Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Cerita Singkat tentang hewan peliharaan Ayam

Hallo sahabat takaksehat.com_Untuk membuat sebuah cerita singkat, ada gampang-gampang susah, tetapi pada saat yang sama kita harus melakukannya. 

Apalagi adanya tugas dari sekolah, saya jadi teringat masa-masa SMP dulu saya paling suka yang namanya mengarang cerita pendek. 

Mungkin sebelumnya saya telah menulis puisi-puisi keren maupun pantun. Untuk karya fiksi, kurang lengkap rasanya kalau tidak menambah cerita pendek di dalam blog saya ini, apalgi dapat membantu anak-anak sekolah mengerjakan tugasnya.

Saya menyadari bahwa mengarang cerita adalah suatu gaya saya, pada masa sekarang setelah saya secara konsisten menulis. 

Maka, melalui kesempatan kali ini, selaku Admin tunggal Takak Sehat saya ingin membuat cerita singkat tentang hewan peliharaan Ayam.

Saya membuat cerpen kali ini terdiri dari 3 cerpen. Ini sangat cocok untuk tugas Anda selaku anak sekolahan. 

Anda yang bingung mengembangkan ide, Anda yang mencari ide untuk menulis untuk tugas sekolah silahkan baca sampai selesai semua cerpen yang telah saya tulis. 

Dapatkan idenya dan silahkan ambil ide dari setiap cerpen Anda siap menulis tugas Anda dari guru Anda tentang hewan peliharaan yaitu Ayam.

Setiap cerita tidak salin terkait, memiliki ide masing-masing, jika Anda ingin mengembakan sekali lagi saya persilahkan.

Cerita Singkat tentang hewan peliharaan Ayam

Cerita Singkat tentang hewan peliharaan Ayam

1. Ayam Bangkok dan Sih Kampung

Jengkrik akan mengepakkan sayapnya pada jam 2 subuh, memulai tugasnya sebagai alram alami bagi desaku. Ada juga Teroek ayam yang aku minta dari tanteku di kampung sebelah 10 bulan lalu. Ia asli ayam kampung, yang terlihat  gagah dengan dada yang tegap, namun berbadan kecil selayaknya orang Dayak.

Pada subuh hari mereka  berdua seakan menunjukkan kegagahan masing-masing. Dengan kokokan yang khas. Sih Jengkrik yang berbadan lebih besar jika dibandingkan Teroek. Bagaimana tidak ia adalah ayam Bangkok yang aku beli dari kecatan ketika 11 bulan lalu, Saat berdinas.

Baik Jengkrik dan Teroek merupakan dua ekor ayam yang mempu memikat ayam betina dengan baik. bahkan ketika saya memperhatikan, hapir semua ayam betina yang ada disekitar rumah, baik itu ayam saudaraku dan tanteku merupakan Istiri dari mereka berdua.

Memang dulu ketika mereka mulai dewasa, ada satu lagi ayam yang berkuasa dan sering menindas yanf lebih muda darinya. Tetapi ayam jago tersebut sudah aku masukkan di dalam panic. Dengan cara merebusnya selama 6 jam agar dagingnya tidak alot.

Kedua ayam yang beranjak pemuda inipun mulia lebarkan sayap mereka untuk memikat ayam betina yang ada disekitar. Mereka mulai menindas yang lemah ayam-ayam yang lebih muda dari mereka. Aku belajar dari kesetiaan dua ayam jago ini, mereka berdua dulu aku gabungkan dalam satu kadang sehingga mereka seperti saudara ketika masih kecil mereka terus bersama sampai sekarang menjadi ayam-ayam yang gagah dengan suara kokokan yang membangunku pada waktu subuh.

Jadi tidak ada penindasan di antara mereka berdua, dan lebih kerennya lagi seakan mereka berbagi ayam betina di sana. Mereka tidak saling merebut, baik itu ayam betina yang tua dari mereka, yang masih muda, sih Teroek tidak akan menyentuh ayam betina tersebut jika ia melihat Jengkrik sudah kawan dengannya.

Ini satu penome yang indah, poligami yang terbagi rata. Tapi inti dari cerita singkat ini adalah menunjukkan betapa beruntungnya aku. Yang memiliki banyak ayam untuk dipelihara sehingga kapan saja membutuhka daging akan aku pilih ayam yang masih muda untuk dipotong. Mengisi panci rebusan yang kosong.

Baik Teroek dan Jengkrik hanya menunggu masa tidak produktif mereka saja, mereka juga akan masuk ke panci indah yang siap menjadikan meka sup ayam kampun yang enak. Demikianlah kehidupan ayam Bangkok dan ayam Kampung yang pada akhirnya dengan segala kegagahan mereka akulah yang lebih hebat karena akan menjadikan mereka makanan lezat. 

2. Pak Tani dan Ayam Peliharaan

Di kampung yang sejuk, di daerah perbukitan dengan alam yang masih asli. Hiduplah seorang pentani yang sangat baik hati dan selain bertani ia juga memelihara ayam kampung. Untuk menemuhi kebutuhannya sehingga, kehidupan di sana terasa sangat damai. Di tambah lagi dengan kebutuhan yang memang terpenuhi oleh alam.

Sih pak Tani memiliki kebiasaan yang baik pada musim panen, yaitu membagikan sayurannya untuk masyarakat. Orang-orang sekitar pedesaan yang juga seorang petani. Inilah kehidupan tanpa uang, semuanya  salib berbagi dan membutuhkan dalam damai kehidupan.

Menjadi keutamaan dari pak tani, ia  memiliki banyak ayam. Baik itu ayam betina dan ayam jago, ayam-ayamnya ia sediakan kendang yang bagus. Pada waktu-waktu tertentu ayam betina akan bertelur, pak tani sudah menyediakan tempat khusu untuk ayam-ayam tersebut bertelur dan mengeram. 

Suatu kebahagiaan bagi pak tani ketika ayam-ayamnya bertambah banyak, ketika sih ayam betina menunjukkan  anak-anaknya yang mungil. Setiap pagi pak tani memberikan ayam-ayamnya makan, lalu setiap sore setiap ayam betina yang memiliki anak akan ia kurung dikandang.

Sedangkan, ayam-ayam jago, ayam-ayam lain yang sudah bisa terbang dan betina yang tidak memiliki anak. Akan pa tani biarkan tana di masukkan ke dalam kendang. Karena di belakan rumah pak tani sekita 3 meter dekat kebun. Ada satu pohon mangga yang memang khsusu untuk ayam-ayam tersebut bertengger dan tidur di sana.

Kehidupan pak tani dan anak-anak dan ibu tani sangat indah. mereka menikmati kehidupan alami dengan senyuman yang indah karena hidup tanpa beban dan memang demikianlah kealamian hidup. Pak tani pada jam 5 pagi akan selalu bersiap untuk berkebun. Baik pak tani maupun ibuk, bagun jam empat pagi untuk mempersiapakan segalanya. 

Mereka biasanya tidur jam 8 malam, karena lelah dari kebun seharian. Kebun pak tani tidak jauh dari rumah. Banyak yang pak tani tanam di sana. Menjadi sumber pengahasilan dan makanan sehari-hari. Tetapi yang memang memberikan banyak keuntungan bagi pak tani Adalah ayam yang banyak, ia memelihara ayam untuk di jual, bertukar barang dan lain-lain. Demikianlah kehudupan pak tani dan ayam-ayamnya yang memberikan keuntungan.

3. Baru memelihara ayam

Aku Roni, memulai hobi baru, sebenarnya bukan baru tapi hobiku yang sudah lama terpendam. Yaitu memelihara ayam, aku sudah lama memiliki cita-cita ini tetapi tidak kesampaian karena 5 tahun terakhir aku berdinas di kota.  Tapi akhirnya aku kembali ke kampung halaman untuk memulai usaha, yaitu membuat kolam ikan besar-besaran. Semangat hidupku semakin kuat karena aku bisa memelihara ayam juga sambilan usaha membangun kolam ikan.

Aku menyukai ayam karena dari aku SD sampai SMP aku di desa, bersama ibuku kami memelihara ayam. Awalnya hanya ibu tetapi karena aku begitu  sering disuruh memberikan makan ayam-ayam ibu. Dengan begitu aku jadi menyukai ayam dan memproklamasikan bahwa ayam-ayam yang ibu pelihara  adalah ayamku.

Tidak masalah bagi ibu pada waktu itu, asalkan aku dengan penuh ketekunan memberi makan, terutama ayam-ayam betina yang memiliki anak yangn masih kecil. Dan aku tidak pernah sedih ketika ayam tersebut harus dipotong, tapi jujur momen terbaik saat aku memelihara ayam dulu adalah ketika ayam-ayam itu siap panen dan dipotong untuk menjadi lauk.

Baca Juga:

Mengisi panci yang kosong, tapi mari kembali ke masa kini. Aku membeli beberapa ekor ayam masih remaja. Untuk berkembang biak ada 4 ekor ayam jago dan 9 ekor ayam betina. Aku harap bisa menjadi banyak dan mereka berkembang biak. Bagi yang menginginkan ayam kampung untuk dipotong, datang saya kepadaku aku akan menjual  ayam-ayamku jika sudah banyak nanti.

Penutup

Demikianlah contoh cerita singkat/pendek tentang hewan peliharaan. Semoga dapat memberikan contoh yang baik untuk kalian yang mengerjakan tugas  dari guru kalian. Tetap berkunjung ke Takak Sehat karena akan selalu ada cerpen-cerpen terbaru dan puisi-puisi baru dan semua informasi-informasi terbaru. Terimakasih.

Baca Juga: Cerpen tentang pengalaman tentang menolong orang lain

Posting Komentar untuk "Contoh Cerita Singkat tentang hewan peliharaan Ayam"