Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menjadi Seseorang Berkarakter, Bijaksana dan Dewasa Melalui Filsafat

Cara Menjadi Seseorang Berkarakter Bijaksana dan Dewasa Melalui Filsafat

Pada kesempatan kali ini takaksehat.com, berbagi sedikit pengalaman untuk kita menjadi seseorang yang berkarakter kuat, bijaksana, dan dewasa. Jika Anda seorang pria yang masih muda, maka artikel ini cocok untuk Anda. 

Saya akan berbagi tipsnya melalui sudut pandang filsafat. Bagaimana definisi dari berkarter, bijak dan dewasa adalah seseorang yang hidup dengan kerendahan hati. Tetapi  memiliki pengetahuan dan cara berpikir yang indah, dengan cara ia berfilsafat. Untuk mendapatkan maknanya bacalah artikel ini sampai selesai.

Banyak orang menghindari ilmu filsafat maka dalam artikel kali ini, saya akan mambawa Anda pada pemikiran yang lebih positif tentang filsafat. Jika secara gampangnya filsafat adalah berpikir. Berpikir yang bagaimana? Inilah keistimewaan filsafat, karena filsafat memikirkan suatu kejadian, untuk memaknai kejadian tersebut.

Berfilsafat memuncul pertanyaan, mengapa aku ada? Mengapa alam semesta ini begitu inidah? Penemu hukum gravitasi bertanya, megapa apel jatuh kebawah?

Pada dasarnya berfilsafat yang akan menjadikan Anda dan saya semakin rendah hati adalah berpikir sambil menatap keindahan langit, ingin datang dan menghampiri keindahan itu tapi tidak mampu. Berpikir ingin terbang seperti burung, terlihat menyenangkan tapi saya tidak akan bisa seperti itu.

Sehingga mampu melihat segala kelemahan diri, kekekurangan diri, dan ketidakmampuan diri. Jika banyak motivasi di luar sana yang mengatakan bahwa kita tidak boleh memandingkan diri dengan orang lain. 

Saya berargumen justru sangatlah penting untuk membandingkan diri kita dengan seorang yang lebih kreatif, lebih rajin, lebih rendah hati, lebih sopan, dan lebih bisa menemukan dirinya dalam bidang terbaik yang bisa ia kerjakan. Di bidang-bidang tertentu dan itu sangatlah baik di mata masyarakat dan bagi dirinya sendiri untuk semakin berkembang dan semakin maju.

Megapa? Mari kita memikirkan hal ini lebih dalam lagi! Hal-hal inilah yang akan menjadi pusat dari tofik kita untuk berfilsafat dalam artikel kali ini.

Cara Menjadi Seseorang Berkarakter Bijaksana dan Dewasa Melalui Filsafat

1. Rendah Hati

Sebelum lebih jauh kita masuk ke dalam kehidupan yang rendah hati dan kegunaan makna dari kerendahan hati. Kita harus tau arti kata filsafat dan artinya.

Saya tidak akan menjelaskan apa itu rendah hati saya harap Anda tafsirkan sendiri apa itu rendah hati yang saya maksud. namun akan saya buat dalam artikel lainnya yang akan  membahas tentang rendah hati. Kita lanjut!!!!

Filsafat sendiri dari bahasa Yunani φιλοσοφία, philosophia memiliki arti yang cukup indah menurut saya.  Istilah ini sendiri sudah sangat tua karena lahir pada tahun 570–495 SM dan diterapkan oleh Pythagoras.

Mencintai kebijaksanaa, yang berkecimbung dalam bidang memikirkan segala sesuatu secara mendalalam inilah filsafat, mensistematika segala hal sehingga dapat tertata dengan rapi. 

Filsafat merupakan pengetahuan untuk berpikir yang melahirkan berbagai cabang ilmu lainnya. Bagaimana filsafat menjadikan diri kita semakin merendah? Karena kebijaksanaan yang dihasilkan dari belajar filsafat. Mengingatkan kita bahwa begitu lemahnya diri ini. Karena inilah filsafat akan selalu mempelajari ilmu pengetahuan lainnya. (pada dasarnya tergantung diri seseorang merespon pengetahuan itu)

Ketika saya memikirkan dan belajar berfilsafat, poin penting yang saya dapatkan, filsafat sebenarnya bukan tentang kepintaran dan kehebatan saya. Malainkan tentang ketidaktahuan lalu mencari tahu. Menajamkan otak dengan cara belajar, berpikir,  dan menuju pemikiran-pemikiran yang berguna tentunya.

Bidang ilmu filsafat menelaah segala bidang masalah yang dapat dipikirkan manusia. Ada begitu banyak masalah dalam bidang kehidupan kita, pada konteks kali ini adalah kehidupan yang tinggi hati. Selalu merasa bisa dan pandai dalam segala hal. Padahal orang seperti ini biasanya tong kosong.

Bagaimana kita bisa menelaah, seseorang yang seperti ini. Dengan cara memikirkannya dan melihat tingkah orang tersebut, dari situlah kita bisa saja melihat suatu poin awal yang tidak terlalu dalam, mengapa ia tinggi hati. Dan jika ia ingin merubah sifatnya yang merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Perlu riset lebih lanjut bahkan harus adanya persahabatan dari kedua belah pihak.

Maka ia harus kembali ke dunia filsafat yang dimana filsafat mengajarkan saya untuk berpikir bahwa saya adalah seseorang yang lemah dan tidak berdaya dan bodoh tapi saya butuh ilmu pengetahuan. Dan dengan rendah hati mau belajar, yang diawali dengan pengakuan kelemahan-lemahan dalam diri ini. (Befilsafat juga membawa pikiran saya hanya memikirkan TUHAN, sehingga doa sangatlah penting untuk menemukan sumber kebijaksaan sejati dan kerendahan hati memuliakan Dia Sang Pencipta)

2. Berfilsafat berarti terus belajar

Jika Anda memperhatikan profil blog saya, saya menjadikan diri saya dan akan terus seperti itu sampai saya tua nanti. Yaitu saya adalah seorang amatir dalam dunia ini, terutama dalam dunia literasi sekarang. Saya sangatlah amatir, hal ini mengingatkan diri saya untuk belajar, dan terus belajar meningkatkan dan mengembangkan keahlian seumur hidup saya.

Saya adalah seorang penulis amatir, merupakan filosofi bagi diri sendiri, karena kesadaran akan diri yang sering lupa dan saya merasa ketika saya lupa saya adalah orang tarbaik yang tidak perlu belajar hal ini sangatlah kacau. Berawal dari pengenalan akan diri sendiri inilah saya. Bertekad untuk berpikir dan terus belajar.

Sudah dululah ceritanya. Kita masuk ke poin. Berfilsafat berarti terus belajar, Socrates (469 SM-399 SM) seorang filsuf yang saya yakin Anda mengenalnya ia berkata, satu-satunya kebijaksanaan sejati adalah ketika Anda sadar bahwa Anda tidak tahu apa-apa. Dari kutipan ini menyadarkan kita akan kebijaksanaan yaitu kesadaran bahwa begitu kurangnya kita dan betapa kita butuh yang namanya belajar.

Ada lagi satu kutipan untuk kita dari seorang fisikiawan yang bernama Benyamin Franklin berasal dari Amerika Serikat, pintu gerbang untuk menuju sebuah kebijaksanaan dengan cara mengetahui kebodohan diri sendiri. Maka pada poin ke dua saya mengajak Anda untuk menyadari betapa kita adalah orang-orang yang pada dasarnya adalah orang tidak berpengertian.

Dengan mengenali diri tanpa pengertian, dari titik inilah kita akan mengakui bahwa diri ini sangat butuh belajar terus menerus. Tidak ada kata pensiun untuk sebuah kebijaksaan dan terus belajar. Mempunyai kehidupan yang terus berfilsafat untuk meningkatkan ilmu pengetahuan yang harus secara jelas bersarang dalam kepala kita.

Baca Juga:

Terakhir, teruslah belajar dimulai dari membaca (mengamati sekitar), merenungkan, memikirkan, rasakan, lakukan, dan nikmati. Sekianlah artikel tentang Cara agar kita menjadi seseorang  yang berkarakter, bijak dan dewasa. 

Teruslah belajar Karena jika kita berhenti belajar dan berpikir, berhenti membaca dan melakukan setiap teori yang kita pelajari dan resapi. Kita sesungguhnya telah tidak ada dalam dunia ini meskipun kita masih hidup dan bernapas. Saya Takak Sehat selamat menikmati harimu sahabat baca.

Posting Komentar untuk "Cara Menjadi Seseorang Berkarakter, Bijaksana dan Dewasa Melalui Filsafat"