Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

35 Puisi Tentang Alam yang Indah Penuh Cinta

Selamat datang kembali di takaksehat.com untuk pertama kalinya mempublis artikel puisi tentang alam yang indah dan penuh cinta terhadap Allah.

Blog Tatak sehat yang memiliki visi untuk terus artikel-artikel indah tentunya menginspirasi, membuat baper terutama untuk puisi-puisi yang akan ditulis berikutnya baik itu puisi cinta, motivasi dan puisi bergendre lainnya. 

Bahkan memberikan pengertianya melalui puisi-puisi yang indah dan menakjubkan karya dari penulis. Pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan untuk Anda puisi-puisi tentang keindahan Alam.

Saya harap ketika Anda membacanya, Anda dapat dibawa ke dalam imajinasi yang lebih baik dan tentunya akan menyejukan jiwa dan pikiran. 

Jika berbicara  tentang alam sendiri, semua orang akan sangat menyukai keteduhan dan rasa damai yang diberikan oleh alam. 

Jika Anda berasal dari desa, dari pinggiran sungai seperti saya, dari kaki gunung dan intinya tinggal dimana alam masih sangat murni tanpa adanya hiruk pikuk kota. 

Anda akan mengerti betapa damainya kehidupan yang dikelilingi alam yang indah dan mempesona.

Ada banyak hal yang dapat diungkapkan dari alam, terutama dari kata-kata puitis yang akan saya sajikan.

Tanpa berlama-lama dan menulis pendahuluan dan sapaan terlalu lalam maka inilah puisi tentang alam saya persembahkan untuk Anda sidang pembaca yang baik. Selamat membaca.

 35 Puisi Tentang Alam yang Indah Penuh Cinta

1. Alam Indah Sejuk yang mewarnai

Kala waktu yang dulu, jika saja masih berada

Di tempat yang diwarnai, kealamian dunia

Jiwa yang merasakan keindahan dan kesejukkan

Alam memberikan warna, cerita, dan cinta


Tak terhingga setiap waktu yang dilalui

Akan selalu ada rindu, rindu akan sunyian

Ditemani dengan udara sejuk

Yang hadir dari pepohonan


Tapi apakah itu bisa terulang?

Mungkin jika sudah waktunya

Aku akan kembali kepada alminya dunia

Membawa hidup, menanam dan memanen


Ooooo alami, terimaksih sudah mengajariku

Arti kehidupan denganmu

Menikmati indahnya hidup

Bersama berjuang

Engkau mengajariku arti jiwa yang kuat


Maka teruslah indah, jika aku kembali

Aku datang untuk merawatmu

Warnamu memberikan kesejukkan

Keberadaanmu membuahkan rasa syukur yang mendalam


2. Jiwa yang terpesona oleh kealamian

Tidak ada alasan untuk tidak terpesona olehmu

Tidak ada alasan untuk tidak kembali kepadamu

Alamku pada waktu pagi

Memberikan embun


Dan ini menyenangkan, waktu mungkin membuatku dewasa

Sementara menjejakkan kaki di kota

Tapi jujur hati ada d isana

Ada di alam luas nan mempesona


Terkadang aliran air mata tidak terbendung

Ingin mengulangi, merasakan indahnya bermain di alam

Cinta pada alam, memberikan kekuatan untuk berjuang saat ini

Tidak sabar rasanya, ingin menyelesaikan sekolahku


Untuk memeluk kealamian, memeluk rasa sunyi dan kedamaian

Dalam gelap yang ditemani bintang-bintang

Alam indah, menyuarakan sebuah karya yang mempesona

Tanpa lampu, yang ada hanya pelita


Terpesona, sungguh sampai hari ini, rasanya kau alam cinta sejatiku


3. Hati yang merindukanmu suara retakan ranting

Jika kamu berasal dari Kalimantan

Maka puisi yang satu ini, memberikanmu pengertian

Akan kehidupan, untuk mendapatkan beras menjadi nasi

Alam rela, memberikan dirinya untuk kehidupan


Ia diolah, seolah dialah ibu dari kehidupan manusia

Ranting yang bersuara yang ku maksud

Ketika menebang pohon

Membakar, menjadikan alam landing


Akan ada langkah kaki yang menginjak ranting

Akan keramaian gotong royong, canda dan tawa

Berjalan di ladang mau pun jalan setapak

Kamu akan mendengar suara ranting yang patah karena injakan kaki


Aku waktu itu, rindu melangkah

Bersama alam yang luas dan pemberi kehidupan

Dia siap menolong untuk diolah

Bagi kehidupan manusia


4. Kaki yang melangkah

Melangkah dengan suara kealamian

Berjalan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan

Di hutan, biasanya langkah ini

Mendatangi tempat pemancingan di hulu sungai


Tidak ada langkah yang semenyenangkan itu

Menurutku langkah ini, langkah menikmati

Ciptaan Tuhan, alam yang memberikan kehidupan

Rasa suka dan gembira terpancar dari wajah yang bahagia


Langkah tanpa beban, di alam

Kita akan menemukan sebuah realita 

Orang kota akan mencari alam

Alam yang sebenarnya, tempat paling baik

Untuk menikmati hidup


Meskipun kemajuan itu sangat diperlukan

Tapi tetap kebahagiaan yang lahir ketika melangkah

Di alam, merupakan kebahagiaan bagiku

Bagaimana dengan kamu?


5. Mata terpuaskan

Mengulangi kejadian dalam imajinasi

Menaiki pepohonan

Tingah bentangan luasnya alam Kalimantan

Ku rasakan kembali hari itu


Di sore hari di belakang SD

Melihat dari pohon yang cukup tinggi

Memanjat, untuk kepuasan mati

Melihat bentangan alam dan pepohonan


Burung-burung yang berangkat di sore hari

Mendatangi sarang mereka untuk tertidur 

Di malam hari

Dihiasi warna langit yang memerah


Mata hari yang mulai terbenam

Memancarkan cahaya keindahan

Memuaskan mati fisik yang mengalirkan

Kepuasa hingga ke dalam lubuh hati


Jiwa yang merasakan sengatan alam

Inilah alam, puisi untukmu tidak akan ada habisnya

Kalaupun ditarik ada teriliunan kata yang dapat mendefinisikan

Keindahanmu


Maka ku ucapkan sampai hari ini terimakasih

Untuk keindahanmu yang kau berikan Cuma-Cuma

Bersyukur kepada Sang pencipta

Alam ini ada untuk di nikmati


6. Keindahan Alam Hati yang bergetar

Mungkin agak lebai

Ketika ku ungkapkan, ketika aku memikirkan

Alam yang indah dan mempesona

Membuat hatiku bergetar kencang


Seakan ingin sekali ku raih

Berimajinasi untuk bisa menikmati

Bentangan langit yang biru

Cerahnya cuaca, seolah kehidupan

Tidak memberikan temparan


Melihat yang alami

Tidak kurasa, masalah kehidupan

Karena yang menggetarkan hati

Adalah alam yang indah itu


Maka membayangkannya saja

Membuatku semakin cinta

Ingin selalu bersama 

Alam pemberi kehidupan kepada manusia


Alam memancarkan rasa ingin hidup

Dengan sebuah harapan 

Alam menunjukkan tidak semuanya jelek

Hal ini menggetarkan

Dan menyemangari yang tidak berpengharapan

Memberikan cinta kepada yang kehilangan cinta


7. Senyum yang lahir dari keindahan

Tidak ada keindahan yang akan membuahkan tangisan

Akan selalu ada kebahagiaan, jika mematapmu

Alamku Indonesia yang luas dan indah

Laut yang memberikan warna, pasir putih yang melahirkan tawa


Tanpa janji yang tetap membisu, memberikan dirimu

Untuk dinikmati banyak orang

Mebentang menyimpan beribu senyuman

Bahkan kehidupan 


Alam indahmu sungguh

Membuatku tak tahan untuk tersenyum

Tidak tahan untuk tidak menceritakanmu

Ingin selalu menuliskan tentangmu


Keindahan yang menjadikan diri membisu

Karena menikmati setiap warna yang kau sajikan

Tidak ada yang akan ku harapkan

Selain keindahan itu, sudah pasti  memberikan kebahagiaan


8. Tawa akan kesejukkan

Dikampung halaman yang dikelilingi hutan

Kamu akan mengerti arti tawa ini

Kesejukkan alam memberikan ketenangan

Ini bukanlah tawa yang terbahak-bahak


Ini tawa bahagia yang lahir dari hari

Hati yang bersyukur

Kesejukkan yang mengalir di dalam darah

Kembali memberikan kesegaran


Bagaikan hidup tanpa beban

Hidup melawan setiap persoalan

Menikmati kesejukkan alam

Sembari ditemani segelas kopi


9. Mata meneteskan

Ketika hendak berangkat ke kota

Tidak terasa mata meneteskan

Setitik air yang menunjukkan rasa rindu

Rindu pada keindahan


Alam yang memberikan kekuatan

Tidak pernah lupa untuk menyalamkan

Rasa habagia di dalam dada

Kenangan yang tidak terlupakan


Bersama alam berjalan dalam terang

Dipenuhi bintang-bintang

Kesalahan mungkin pernah terjadi

Namun tidak seburuk ketika jauh dari alam


Terjun dalam lembah perkotaan

Akan melihat kesumpekkan 

Tanpa alam yang indah


Tanpa kesejukkan di dalam hati

Yang ada hanya pertanyaan 

Kapan aku akan kembali?


10. Warna warnimu

Citra warna yang dipacarkan

Dari alam indah mempesona

Warna warni alam yang dipancarkan

Dari pepohonan yang beragam


Tidak pernah tidak menikmati hal ini

Alami yang indah, tidak pernah mengecewakan

Yang ada kesegaran dan pancaran yang menusuk hati

Akan warnamu yang membuat semua orang terpesona


Tatapan mata yang seakan tidak mau pergi

Ingin tetap berdiam dalam kealamian keindahan

Senyuman tipis yang hadir memberikan suka

Tidak ada yang dapat tersembunyi


Alamiku adalah alamku

Alamku yang akan ku jaga 

Ketika kembali nanti

Mencerahkan hati mendung

Mengembalikan keceriaan


11. Musim yang harum

Mungkin ketika kamu membaca bagian ini

Muncul pertanyaan dalam dirimu

Apa itu musim yang harum

Jika kamu hadir di pedesaan


Melihat banyaknya pepohonan

Pohon pohon yang memberikan bunga

Sebelum musim berbuah

Aku dapat merasakan bau alami


Hadit dari sebuk bunga dari pepohonan itu

Bulum lagi, jika musim buah tiba

Inilah musim alami yang menyebarkan

Semerbak harum alami dari alam 


Memberikan semangat yang tidak terhingga

Hadir memberikan suka dan ceria

Tidak pernah tidak menyenangkan

Musim yang harum


Kapankah aku akan menikmatimu lagi?

Kapankah aku dapat hadir saat kau tiba?

Ingin rasanya tidak pergi

Untuk tetap ada di dekapan pelukkan keharuman alam


12. Terus dalam kesejukan

Berdiam di tengah hutan

Berarti menikmati kesejukan

Menghirup udara segar

Tidakkah kamu mau membayangkannya


Sehingga terdorong dengan kuat

Ingin ke sana

Ingin sesebera mungkin berjalan

Berdiam dalam indahnya 

Alam kehidupan


Tidak ada yang perlu 

Disedihkan

Jika kesejukan dapat memberikan

Harapan untuk hidup

Langkahkan kaki menujunya

Langkahkan kaki untuk mencapai

Rasa sejuk yang akan diberikan oleh alam


Tidak akan ada kekwatiran

Tidak aka nada rasa untuk frustasi

Jika menjadari hal ini

Berlibur menuju alam luas


Dengan bentangan yang memberikan

Rasa sejuk di kepala 

Hingga masuk ke dalam hati

Menunjukkan

Bahwa dunia yang kejam 

Masih ada alam yang akan memberikan

Rasa aman dari dalam diri

Ketika mata menatapnya


13. Telinga yang mendengar 

ku harap kamu tidak bosan

ketika aku menceritakan asalku

karena tempatku

adalah alam yang indah itu

bagiku


Puisi ini ada karena rasa rindu

Akan kealamian dari pepohonan

Dan aliran air sungai yang terdengar

Belum lagi di pagi hari

Suara kacau burung

Suara ayam berkokok

Suara binatang hutan

Ini semua adalah suara yang lahir

Dari kealamian


Bukan suara kendaraan

Yang seringkali 

Justru membuatku frustasi


Ingin rasanya berteriak 

Dalam ketidaksabaran

Rasa lelah karena suara kendaraan

Jika saja, dapat kembali saat ini

Aku akan pergi tanpa menoleh lagi


14. Waktu yang ingin diulang

Memikirkan tentang alam

Ingin rasanya mengulang

Waktu dimana bermesraan dengan alam

Menikmati waktu-waktu dulu


Menggantikan waktu ini dengan waktu yang lalu

Dengan imajinasi, sejenak melupakan semua kejadian

Tidak ada yang terlalu sulut, untuk dijalani

Namun mengulang waktu adalah kemustahilan


Jadi jalani waktu ini, lalu hampiri

Kealamian yang akan menyegarkan

Sampai masuk ke zum-zum tulang belakang

Tidak ada yang terlalu sulit untuk itu


Hanya sabar yang bisa di lakukan

Hanya rasa dan air mata yang akan dibendung

Membawa untuk kehidupan, keluar dari imajinasi ini

Dan kerjakan semua ini dan mendatangi alam raya nan luas


15. Kemurnian untuk kehidupan

Alam mengajari, kehidupan yang didayung oleh kemurnian

Dalam rasa, impian dan tawa selalu ada kemurnian

Tanpa memikirkan sengketa

Karena alam sudah memberikan segalanya


Alam sebenar, milik dirinya

Ia tidak dimiliki oleh siapapun

Maka disinilah letak kemurnian itu

Tidak ditemukan keserakahan, karena alam


Keindahanya membawa kedamaian

Tidak ada yang tidak menikmatinya

Dalam alam, kita bekerja

Untuk kehidupan


Ketika terjaga maka kita akan menemukam kemurnia

Harapan, cinta, dan pencapaian

Alamku, tetaplah indah, aku harap

Keserakahan mansia tidak merusakmu


16. Jangkrik di tengah hutan

Krik Krik Kirk……………….. pada sore hari menjelang malam,

Kamu akan mengerti, betapa jiwa

Sebenarnya merindukan suara itu

Lelah kebisingan mesin 


Seperti ada yang rusak dari dalam diri

Ketika kebisingan yang mengisi pikiran

Namun suara jangkrik waktu 

Memberikan ketenangan

Sau hal yang maknai saat menulis puisi ini


Ku dapati dua jenis kehidupan

Yaitu kehidupan di perkotaan

Dan kehidupan di dunia indah kealamian


Hanya lelah dengan kondisi perkotaan

Ingin kealamian dan hidup di tepi sungai seperti dulu

Aku ingin suatu saat nanti

Ucapkan selamat tinggal kepada perkotaan


17. Wangi awal musim buah

Musin berbunga telah ku syairkan

Mungkin sedikit menyinggung

Wangi musim buah

Tapi kondisi ini pantas untuk dikenang


Karena musim ini

Murupakan waktu yang ditunggu-tungggu

Waktu untuk memanen, menikmati

Keharumanan yang dihasilkan alam


Bahkan bisa kata ini kesehatan

Berjejak di gunung-gunung

Melewati bukit

Mencari dengan penciuman


Pohon yang tepat untuk di naiki

Karena musim buah

Saatnya berpetualang di dalam hutam

Menikmati alaminya dunia

Keindahan yang tiada tara


Lubang hidung berada

Di mana seharusnya ia berada

Menikmati kehidupan ini

Sembari menikmati alam 

Luas nan mempesona


Berkunjung ke Kalimantan

Temukanlah kealamian

Nikmatilah buah-buahan 

Yang dapat menyegarlan mulutmu

Karena ada seribu macam lebih keharuman 

Yang dapat kamu nikmati dari alam kita

Indonesia raya


Tidak ada yang tidak bisa diucapkan

Untuk alamku

Yang terus menunggu

Menantiku dan ingin ku gapai


Harap bersabar hatiku

Karena akan ada waktunya

Tunggu aku alamku 

Ku kan datang


18. Lumpur yang merindu

Memunculkan pertanyaan, apa itu lumpur merindu?

Maka nikmatilah puisi ini, karena lumpur merindu

Mengambarkan jalan yang ada di hutan maupun kealamian

Dunia yang alami, memberikan lumpur yang alami


Musim penghujan datang

Memberikan lumpur, pada kehidupan

Dulu masa kecil, lumpur adalah mainanki

Berkubang seperti kerbau


Dengan kebahagiaan

Tanpa merasa malu 

Tanpa takut untuk tidak di hargai

Karena aku rasa masa ini adalah 

Masa kebahagiaan sesungguhnya


Hidup tanpa penekanan akan gaya

Hiburan cukup dengan berkubang lunpur

Baik disungai maupun di lapangan

Jika terlahir dari dunia alami


Tanpa hiruk pikuk kota

Maka kamu akan mengerti yang ku maksud

Karena memang demikian alam menyediakan

Salah satu keindahannya

Yang tiada tara


19. Pemberi kecerian

Alam yang indah tidak mungkin memberikan kesedihan

Yang ada hanya keceriaan

Cinta dan kebahagiaan, tanpa kemunafikan akan gaya 

Karena kehidupan yang merangkuh


Menuju tawa dan canda tanpa henti

Alam yang menyegarkan

Tidak akan pernah pergi

Jika saya, keserakahan 

Manusia dapat ditekan 


Tahun tahun berlalu

Ketika memikirkan tentang alam

Hanya senyum yang dapat ku tunjukkan


Karena memang ada 

keceriaan yang tertinggal di sana

Tidak ada kesedihan

Ada itu pun tidak akan selama 

Yang ada sekarang ini


Ada hari dimana setiap ceria

Lahir dari jatuhnya diri

Ke dalam lumpur kealamian

Tanpa ada rasa sakat dan amaran


Justru senang

Tak terbayang andai

Dapat terualng 

Menikmati kehindaha alam

Yang mengalirkan canda dan tawa


20. Aliran air dan tawa

Pada keindahannya alam

Mengalirkan aliran sungai

Yang memberikan canda dan tawa 

Yang tidak terhingga


Jika alam di sore hari 

Menerima anak-anak 

Yang menikmati alirannya

Yaitu sungai, inilah 

Air dan tawa yang ku maksud


Kamu akan menemukan sesuatu yang unik

Disini, ada begitu banyak kumpulan

Mereka berteriak, tertawa

Tidak jarang akhirnya bubar 


Karena ada salah satu orang tua

Yang memarahi mereka

Inilah alam

Bukan hanya sebagai tempat 


Sumber daya makanan 

Tetapi juga tempat hibburana alami

Yang dapat kamu nikmat


Jika kamu terlahir di alam 

Alam yang sudah menyediakan

Tuntunya hanya rasa syukur yang dapat ku

Ucaokan kepada Tuhan yang menciptakan alam


21. Mencari jejak

Jika di cari, maka akan ada jejak

Yang ditemukan di mana aku berasal

Di dalam ku temukan jejakku

Dalam imajinasi kesendirian


Ketika menulis puisi ini

Ku carikan jejakku di alam 

Merenungkuh dengan kekuatan imajinasi 

Yang mungkin sulit kawan lain akan mengerti

Tapi tak apa, yang terpenting dari semunya

Keindahan alam tetapi saya

Ada jejak disana yang perlu ditemukan


22. Langkah yang ingin diulangi

Ingin mengulang yang sudah berlalu

Namun tidak ada yang perlu disesali

Karena alam dan keindahannya

Masih dengan setia menunggu


Setiap perjalanan sampai sekarang

Haruslah menjadi nyata dari setiap langkah kehidupan

Jika saja terus berimajinasi

Mungkin saja mengulangi langkah yang sama

Untuk menikmati alam

Akan di penuhi kesedihan dan penyesalan


Karena realita tidak seindah 

Imajinasi, namun setiap keindahan

Yang dijadikan nyata

Haruslah ada perjuangan di sana


23. Menemukan kebahagiaan

Temukan kebahagian dari semua cita-cita

Dari alam yang indah

Diriku dilahirkan

Hidup dibentuk untuk berjuang dan menerjang


Karena kebahagiaan tidak semudah masa kecil

Untuk bisa dicapai

Perlu adanya tangis dan tetesan air mata

Bahkan berteriak kencang untuk itu

Maka setiap perjalanan, untuk kembali

Ke alam yang indah itu


Selesaikan yang hari ini, tinggalkan imajinasi

Yang menyedihkan, karena hidup dalam realita

Itulah kebahagiaan yang nyata untuk dapat di raih

Maka alamku yang indah cukup menjadi bumbu

Masa lalu yang terus terang di dalam pikiran


24. Hari yang ditunngu

Karena menunggu melelahkan

Jika tidak ada yang pasti dikerjakan

Untuk sebuah kehidupan yang nyata 

Dipenuhi kerinduan akan keindahan alam


Alam indah menunggu

Hari yang ditunggu untuk sampai pada alam

Akan tiba, tapi entah kapan?

Yang pasti akan selalu ada 


Ada waktu itu

Selama napas masih terhembus

Jantung masih berdetak

Tidak akan ada yang dapat menghalangi


Kecuali kebodohan diri sendiri

Yang terjebak dalam keluhan imajinasi

Maka untuk keluar dari sana

Diperlukan kekuatan untuk melihat yang nyata

Di depan mati sekaran

Alamu keindahanmu menggetarkan jiwa ini

Tunggu, hingga hari yang ditunggu


25. Musim panen

Kealamian memberikan musim panen pada petani

Musim sangat indah, padi yang menguning

Makan nasi hasil beras baru

Masih hangat dan wangi


Bergotong royong untuk memanen

Hidup dalam kebersamaan

Kealamian yang menyatukan

Adakah hari indah seperti dulu


Sebelum adanya perusahaan yang merusak hutan

Menjanjikan beribu janji, yang ada hanya perusakkan

Namun apalah saya, kita terlalu cepat memakan

Janji yang tidak ada paedahnya


Alamku tetap indah, ku yakin akan hadir

Orang-orang yang akan menjagamu

Tetap hijau, sebagai tempat kehidupan binatang lair

Hari penen telah tiba


Mari memetik padi

Bersuka dan bergembira bersama

Semua warga yang ada 

Selamat menikmati keindahan alam ini


26. Kemarau yang indah

Yang ku ingat dari musim kemarau

Adalah air yang jernih

Air yang memberikan kehidupan

Memangkap ikan dengan penuh keberanian

Dan kesenangan, bersama

Menikmati kemarau di alam

Merupaka anugerah yang tidak terhingga


Berpikir kereatif untuk dapat berkarya di alam

Sembari berjalan untuk dapat memikirkan

Apa yang dapat ku kerjakan

Setiap filosofi kehidupan

Akan ditemukan dalam langkah lelah di alam


Maka hari kemarau, bukan musim kering

Alam telah menyediakan 

Kehidupan, sungai yang mengalirkan air

Dan air sungai ini tidak akan pernah habis


Maka mari bersama berjalan menuju kehidupan

Yang ada di alam

Melihat indahnya alam 

Yang disediakan Tuhan untuk kita menghilangkan 

Frustasi dan fantasi kosong yang merusak jiwa dan pikiran


27. Kawan yang menghibur

Alam memberikan penghiburan melalui keindahan

Ia menjadi kawan di kala sendiri

Itu mengapa, jika orang mengerti alam

Jiwa dan pikirannya akan benar-benar berbahagia


Tidak ada yang dikawatirkan

Ketika alam menjadi kawan

Adakah ketakutan

Saya rasa jika kamu berasal dari alam

Maka justru itu akan menjadi kesenangan


Bisa alam menjadi kawan

Maka kamu akan sadar akan sumber daya makanan

Kehidupan dan hari yang berlalu tidak sia-sia


Berlalulah di alam

Menerjang riam sungai untuk menemukan

Bahagia di alam yang luas dan indah

Sejuk dan tidak terhingga warna dan warninya


28. Alami berarti kehidupan

Kehidupan dan kealamian seolah telah menyatu dalam diri

Entahlah, mungkin saja terjadi demikian

Tidak ada yang dapat terucap

Selain merindu akan keindahan


Cintak bagai putri kerajaan dengan segala keindahannya

Maka ku sadar akan alam yang akan ku puisikan


29. Alam yang tersenyum

Seolah yang indah itu tersenyum padaku

Memberikan gambaran untuk langkah 

Langkah yang dipenuhi dengan makna dan cinta

Setiap saat akan selalu ada getaran dalam jiwa


Rasa ingin bertemu dengan alam 

Tak tertahan, ooo alam

Tidak ada yang sepertimu

Memberikan kemanjaan pada mata


Mata yang lelah karena bekerja

Setiap saat akan selalu ada

Kenangan yang tersangkut dipikiran dan hati

Tak ada yang perlu di hindari yang ada 

Hanya mengingat kenyamanan yang alam berikan


30. Makna dari sebuah tempat

Setiap nama pada alam, ada maka dibaliknya

Setiap gunung dan lembah

Maupun kebun tua

Semua itu bermakna


Demikialah alam dipenuhi dengan makna

Karena dibaliknya menyimpan banyak cerita

Berbagai cuitan dan cerita

Dalam sebuah lingkup


Lingkup cerita dan cinta

Alam yang penuh dengan makna

Dan rasa akan keindahan yang ingin dimiliki

Maka teruslah berjalan dalam terang akan alam


31. Ladang di tebing

Dari menebang dan menebas bahkan membakar

Alam yang indah menjanjika kehhidupan

Kepada petani gunung

Setiap yang dimanfaatkan menjadi ladang

Menunjukkan alam adalah sahabat yang mengembirakan

Harus ada perjuangan bersama alam

Alam yang cukup luas dengan segala kamanisan yang ia simpan

Hari ini aku belajar untuk merelakan

Sebuah kenangan

Akan keindahan alam  yang hanya ada dibenak


Ladang terbentang

Dengan wangi daun padi yang menyegarkan

Bahkan angin yang mengantarkan kehidupan


32. Sejuta cerita dalam alam

Mulai dari mandi, memanjat, bahkan memasang jerat

Semua itu menceritakan kehidupan seorang anak hutan

Dengan alam yang indah mempesona

Sore memberikan ketenangan


Pada siang hari memberikan sekejukkan

Berjuta cerita dibalik setiap rimbunan hutan

Berjuta tawa, ketika berjalan bersama

Kawan-kawan yang memiliki hobi yang sama


Menjelajah setiap pinggiran sungai mencari jejak 

Mencari tempat yang bagus untuk menghasilkan

Kesenangan dari sebuah petualangan

Mungkin benar akhirnya kita dewasa


Tapi alam juga akan berubah

Seiring berjalannya waktu, air mata metetes

Ketika tahu alamku yang menyimpan cerita

Bagaikan memori telah rusak


Seperti tekan, hati yang bersedih

Ketika mendengar alam terluka


33. Cinta yang sesungguhnya

Rasa cinta yang lahir dari kealamian

Akan selalu bertahan dalam damai

Cinta yang berjalan

Akan selalu ada rasa rindu yang tidak terhingga


Karena melalui alam, kita akan mengenal kehidupan

Kehidupan yang memuncukan rasa cinta dan rasa

Tidak ada yang dapat di bendung

Ketika rasa dan air mata harus menetes


Jadi inilah puisi tentang alam

Yang melihat cinta sesungguhnya

Dibalik semak yang menahan embun

Memberikan kesejukan kepada kaki

Yang melewatinya


34. Menemukan makna dari alam

Mecari makna, maka datanglah pada alam

Karena di sana dalam ketenangan

Justru akan selalu menemukan sebuah makna

Dalam kesendirian hidup


Sebuah cerita dapat terukir

Dalam perjalanan untuk menuju keindahan dalam

Dari yang tidak menemukan

Hingga menemukan


Dalan hati akan berkata waw, inilah makanya

Sebuah cuitan cerita hidup

Dalam senja di alam

Maka maknda dari keindahal


Akan ditemukan

Ketika benar-benar mencari 

Di alam dan keindahannya


35. Rindu akan kealamian

Pada akhirnya puisi ini adalalah tentang rinduku

Pada alam yang indah

Benatangan luasnya pepohonan

Setiap sudut tempat ku bersantai dulu


Semua itu dimulai di hutan tropis Kalimantan

Setiap ukiran yang tertulis di lubuk hati

Menyayat luka pada pikiran 

Ketika memandang realita

Bahwa diriku terjebak di kota


Tapi akhirnya tak apa

Kepuasan dalam pembuatan puisi ini

Membuatku merasa suatu pencapaian yang sempurnya

Untukmu yang telah menyelesaikan


Membaca puisi ini sampai selesai

Terimakasih

Setiap rasa dan air mata

Maka siapkanlah sebuah tempat untuk mengukir isi hati


Terimakasih alam akan keindahanmu

Terimakasih telah memberikanku cerita

Sehingga ada puisi yang dapat ku tulis dan di baca banyak orang


Terimkasih telah membaca Puisi Tentang Alam semoga menginspirasi Anda, setiap puisi di blog ini merupakan hasil karya saya. Jika ingin mengutip ataupun mengambilnya untuk dipublikasikan. Saya harap menyertakan link blog saya dan menuliskan nama saya di tempat di mana Anda mempublikasikannya.

Sampai bertemu di puisi-puisi Indah lainnya yang akan terus saya publikasikan dalam blog pribadi saya ini, saya Agung Raditia salam saya penulis puisi amatir yang menulis untuk kesenangan dan kebahagiaan.