Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Mendaki Gunung Agar Tidak Cepat Lelah

Hobi mendaki gunung membutuhkan teknik tertentu agar tubuh tidak cepat lelah dengan mengatur nafas yang baik selama pendakian yang juga berpengaruh pada latihan fisik yang telah dilakukan selama ini, baik itu berlaku untuk pemula, pemula maupun profesional, jangan. naik saja dan mendaki saja harus melakukan pemanasan sebelum naik gunung. 

Keseluruhan teknik tersebut merupakan sesuatu yang terlewatkan oleh sebagian pendaki, sehingga dilakukan ekspedisi perjalanan mendaki gunung sehingga mereka cepat lelah dan lelah. 

Pada artikel kali ini anda bisa mendapatkan informasi tentang cara mendaki gunung yang baik dan benar agar tubuh tidak cepat drop stamina yang berakibat pada nafas yang habis, akhirnya capek, lesu. Supaya tidak salah, yuk langsung aja.

Pengalaman yang banyak dibagikan oleh rekan-rekan kita yang sering melakukan pendakian baik dalam skala tinggi maupun menengah ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar tidak terjadi sesuatu yang fatal yang mengakibatkan diri anda menjadi tidak layak untuk mendaki jika tidak melakukan beberapa teknik khusus. 

untuk menghindari tubuh anda tidak cepat turun stamina secara tiba-tiba. Hanya saja Anda perlu memperhatikan tubuh tegap ini yang tetap bertenaga untuk melangkahkan kaki Anda baik saat mendaki maupun saat turun. Karena hal sepele kamu bisa langsung melompat atau jatuh di lereng yang cukup dalam, tentunya kamu tidak akan menginginkan ini.

Tips Mendaki Gunung Agar Tidak Cepat Lelah

1. Olahraga Warming-Up

Jika Anda rajin berolahraga tidak akan ada masalah dengan cara ini. Tubuh perlu dilatih untuk memberikan guncangan pada otot yang akan mengeluarkan keringat. Penggunaannya untuk menghindari cedera, kram, bahkan keseleo otot Anda. 

Pendaki yang tidak terbiasa berolahraga akan mudah lelah dan bahkan terjatuh secara tiba-tiba. Biasanya anda diberikan waktu untuk melakukan pendakian oleh tubuh anda untuk latihan fisik, biasanya jadwal pendakian minimal 2-3 bulan sebelum pemberangkatan. 

Jadi sebelum hari-hari ini, kamu rutin berolahraga untuk menghindari hal-hal yang membuat stamina kamu tidak bersahabat saat mendaki gunung.

2. Berhenti Di Tempatnya

Saat mendaki gunung, Anda bisa merasakan bagaimana tubuh Anda setelah melakukan ekspedisi pendakian. Jika Anda merasa tubuh Anda sudah tidak mampu lagi berjalan, sebaiknya segera cari tempat untuk istirahat. 

Anda perlu mencari lokasi yang cukup datar untuk meregangkan kaki Anda dan duduk untuk meregangkan napas agar menjadi baik kembali. Jika sudah merasa badan sudah membaik, perjalanan bisa dilanjutkan lagi. Biasanya istirahat singkat ini +/- 20-30 menit.

3. Minum Jangan Berlebihan

Saat istirahat sejenak, minumlah air yang cukup, air putih wajib bagi semua pendaki gunung karena air sangat penting untuk menggantikan cairan yang keluar besar selama pendakian. 

Beberapa orang salah mengira minum setengah botol saat istirahat, sebenarnya 2-3 teguk saja sudah cukup untuk menghemat persediaan air ke base camp, jika ada mata air atau sungai bersih di sekitar base camp bisa isi ulang botol minuman lagi. Jadi jangan minum terlalu banyak karena harus memperhatikan jumlah air yang tersedia untuk trip selanjutnya.

4. Hindari Tubuh Dari Sinar Matahari Langsung.

Sinar matahari yang mengandung sinar ultra violet juga mempengaruhi kondisi tubuh pada saat melakukan pendakian. 

Meski di sekitar lokasi pegunungan udaranya sejuk di kulit, namun Anda harus menghindari sinar matahari langsung menyentuh kulit. Saat ini terjadi, Anda akan merasakan kulit terasa perih dan terbakar. 

Baca Juga:

Untuk menghindarinya, Anda harus berpakaian untuk menutupi seluruh tubuh Anda dengan tangan atau kaki. Jika diperlukan, Anda bisa menambahkan masker untuk menutupi mulut agar bibir tidak cepat kering dan cepat pecah yang akan membuat Anda merasa tidak nyaman selama perjalanan.