Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memahami Bagaimana Pengertian UMKM

takaksehat.com_Salah satu bidang usaha yang masih terus digenjot dan menjadi fokus pemerintah di Indonesia adalah UMKM. Usaha kecil dan menengah ini diyakini mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia sehingga dapat mengurangi ketimpangan ekonomi. Simak ulasan lengkapnya tentang arti Umkm

Jika membahas aktivitas kehidupan, seperti aktivitas bisnis, pasti teringat dengan istilah UMKM. Sebenarnya ini istilah yang terbilang baru, namun jenis usaha ini bergerak di bidang perdagangan dan lebih menitikberatkan pada kegiatan atau perilaku dalam berwirausaha.

Lantas, apa sebenarnya UMKM itu? Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM adalah usaha di bidang perdagangan yang dilakukan oleh badan usaha atau perseorangan. Keduanya masuk dalam kriteria usaha mikro.

Dalam perkembangannya terlihat bahwa sektor UMKM di Indonesia terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Jika dilihat dari satu dekade yang lalu yaitu pada tahun 2009 dapat dianalisa bahwa jumlah UMKM adalah 52.764.750.

Setelah itu, beberapa tahun kemudian, pada 2014-2016, angka itu mengejutkan karena terjadi peningkatan 57,9 juta unit. Setahun kemudian di tahun 2017, UMKM di Indonesia berhasil mencapai lift yang fantastis dan dari 59 juta unit.

Sehingga tidak heran jika UMKM menjadi salah satu aspek terpenting dalam perekonomian Indonesia dan ASEAN. Padahal, sekitar 88,8-99,9% pelaku usaha di ASEAN adalah UMKM. Dengan daya serap tenaga kerja sebanyak 51,7-97,2%.

Hal tersebut menambah kekuatan usaha kecil dalam mengembangkan perekonomian di Indonesia. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki fokus di bidang ini wajib memahami apa itu UMKM dan segala hal yang terkait dengannya.

Memahami Bagaimana Pengertian UMKM

Pengertian UMKM Secara Umum

UMKM dapat diartikan sebagai usaha komersial dengan sistem pengelolaan perorangan atau badan usaha yang berfokus pada upaya ekonomi produktif dan inovatif dalam meningkatkan sistem perekonomian negara.

Landasan yang dikemukakan oleh KEPRES No. 99 Tahun 1998, menunjukkan bahwa UMKM merupakan kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil dan diiringi oleh sebagian besar usaha kecil.

Melihat kebutuhan akan eksistensi media sosial sebagai wadah promosi yang semakin meningkat, berdasarkan faktor-faktor tersebut, sangat penting untuk diperhatikan bahwa badan usaha ini dilindungi demi mencegah persaingan usaha tidak sehat dan merugikan banyak pihak yang tidak bersalah.

Adapun definisi yang disusun oleh Badan Pusat Statistik, UMKM didefinisikan berdasarkan jumlah tenaga kerja. Bisnis disebut bisnis kecil jika ada 5 sampai 19 pekerja di dalamnya.

Sedangkan jumlah tenaga kerja yang jumlah pegawainya antara 20 sampai dengan 99 orang disebut sebagai perusahaan menengah. Lebih lanjut definisi yang dikemukakan Kementerian Keuangan, bahwa definisi UMKM adalah usaha dengan omzet penjualan tahunan maksimal mencapai 600 juta.

Hanya saja nominalnya sudah termasuk tanah dan rumah yang dimiliki. Diantara contoh jenis usaha ini adalah CV, Firma, PT hingga koperasi yang berbentuk badan usaha. Padahal, sudah banyak bentuk yang ditemukan di Indonesia.

Baca Juga:

Jika melihat bisnis yang berfokus pada pengrajin home industry, peternak, nelayan, pedagang barang dan jasa dan lain-lain, maka ini merupakan bisnis yang hanya melibatkan perorangan.

Pemerintah memiliki fokus tersendiri bagi pelaku UMKM. Tujuannya tentu untuk meningkatkan taraf perekonomian Indonesia di mata dunia. Bukti kepedulian pemerintah terhadap keberadaan UMKM adalah sebagai berikut.

Mengingat kontribusi UMKM di Indonesia bisa dikatakan cukup tinggi dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, maka tidak heran jika pemerintah Indonesia lebih memperhatikan para pelaku usaha tersebut.

Bahkan pemerintah berupaya mempercepat geraknya dalam mengembangkan usahanya dengan memperhatikan banyak dukungan. Baik itu dari aspek perpajakan, perizinan hingga sejauh mana akses pasar.

Posting Komentar untuk "Memahami Bagaimana Pengertian UMKM"