Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah dan Pengertian dari Psikologi Kognitif

Psikologi merupakan sebuah ilmu yang secara umum mempelajari tentang tingkah laku manusia. Ilmu ini juga memiliki cakupan ruang lingkup yang cukup luas, sehingga memiliki beberapa cabang ilmu. Cabang kajian ilmu dari psikologi yaitu seperti psikologi perkembangan, psikologi sosial, psikologi kognitif, dan psikologi kepribadian.

Namun, di artikel ini akan menjelaskan secara mendalam tentang psikologi kognitif saja. Apa sebenarnya pengertian psikologi kognitif tersebut? Bagaimana awal mula munculnya cabang ilmu tersebut? Nah, jika Anda penasaran mengenai dua hal itu, mari langsung saja simak penjelasannya berikut ini. 

Sejarah dan Pengertian dari Psikologi Kognitif

Pengertian Psikologi Kognitif

Sebelum menyimpulkan mengenai pengertian psikologi kognitif, perlu adanya penjelasan mengenai dua kata dasarnya yaitu “Psikologi” dan “Kognitif”. Lalu, bagaimana pengertian dua kata dasar tersebut? Mari simak penjelasannya di bawah ini. 

1. Psikologi

Secara etimologi, kata “Psikologi” berasal dari Bahasa Yunani Kuno. Kata ini berasal dari dua gabungan kata yaitu “Psycho” yang berarti jiwa dan “Logos” yang berarti ilmu. Oleh karena itu, secara etimologi psikologi berarti ilmu jiwa. Sebuah ilmu yang khusus mempelajari tentang jiwa manusia. 

Kemudian, seiring berkembangnya zaman, terdapat banyak pengertian dari para ahli mengenai psikologi. Wilhem Wundt, Bapak psikologi, mengartikan psikologi sebagai sebuah ilmu yang mempelajari tentang pengalaman panca indra, pikiran, kehendak, dan perasaan dari manusia. 

Selain itu, ilmuwan psikologi Chaplin dan Hilgert mendefinisikan bahwa psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia dan juga hewan. Selanjutnya, Chaplin juga menjelaskan bahwa psikologi mempelajari tingkah laku manusia dan hewan saat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. 

2. Kognitif

Kata dasar selanjutnya yaitu “Kognitif”. Kata ini merupakan kata serapa dari “Cognition” yang berasal dari Bahasa Inggris. Kognitif adalah istilah yang menggambarkan aktifitas mental dan pikiran. Aktifitas ini mencakup kemampuan dalam mengingat, berfikir, persepsi, mengolah informasi, dan lain sebagainya. 

Dari pengertian dua kata tersebut, maka dapat disimpulkan pengertian dari psikologi kognitif. Cabang kajian ilmu ini yaitu ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia yang berhubungan dengan kemampuan kognisi, seperti kemampuan belajar, bahasa, emosi, mengingat, persepsi, dan lain sebagainya. 

Sejarah Psikologi Kognitif

Sejarah dan perkembangan dari cabang ilmu psikologi ini tentu sangat berhubungan erat dengan para tokoh pencetusnya. Di bawah ini adalah penjelasan sejarah cabang ilmu ini berdasarkan para tokoh atau ahli yang telah berkontribusi banyak dalam perkembangannya. 

1. Aristoteles dan Plato 

Awal mula cabang ilmu psikologi ini sendiri yaitu berawal dari Aristoteles dan Plato. Mereka mendiskusikan tentang cara manusia dalam memahami pengetahuan tentang dunia serta alam. Plato pun berpendapat bahwa manusia memahami pengetahun tersebut dari pemikiran secara logis yang kemudian memunculkan aliran rasionalisme. 

2. Wilhem Wundt

Selanjutnya, pada abad 19, ada seorang ilmuwan psikologi bernama Wilhem Wundt (1832-1920) yang berasal dari Jerman. Wilhem Wundt mencetuskan adanya aliran strukturalisme yang menganut kepercayaan bahwa cara berfikir atau perpindahan maklumat perlu menjadi beberapa struktur berfikir yang lebih kecil. 

Baca  Juga:

3. Edward Lee Thorndike

Edward lee Thorndike adalah seorang ilmuwan yang tersohor pada tahun 1874 -1949. Ia mencetuskan aliran asosiasi, yaitu aliran yang menggunakan stimulus. Kemudian, seorang ilmuwan bernama B.F. Skinner mencetuskan sebuah aliran behaviorisme. Aliran ini merupakan respon dari aliran asosiasi yang menggabungkan antara stimulus dengan respon dalam perolehan belajar, bahasa, dan penyelesaian masalah. 

4. Edward Tolman

Lalu, muncullah Edward Tolman, ia adalahh Bapak Psikologi Modern. Hal ini karena ia berhasil menjawab kekurangan dari aliran sebelumnya yaitu aliran behaviorisme. Menurut Tolman, setiap perbedaan dalam tingkah laku manusia memiliki suatu tujuan tertentu yang menjadi bukti bahwa tingkah laku manusia memerlukan proses kognisi, sehingga muncullah cabang ilmu psikologi ini. 

Sekian penjelasan mengenai pengertian dan sejarah dari psikologi kognitif di artikel ini. Semoga penjelasan tersebut dapat bermanfaat bagi pembaca.