Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkembangan Serta Manfaat Teknologi Reproduksi Pada Hewan

Teknologi ada dan penciptaannya guna membantu kehidupan manusia. Perkembangan teknologi menjarah hampir kesemua segi, bahkan teknologi pada hewan juga kerap dikembangkan. Mungkin masih banyak yang awam pada teknologi ini, sehingga kesempatan kali ini kami akan mengupas mengenai perkembangan serta manfaat teknologi reproduksi pada hewan.

Hal utama yang mendasari hadirnya teknologi pada reproduksi hewan ini tentunya kebutuhan akan pangan. Populasi manusia semakin meningkat, begitu juga kebutuhan akan makanan. Salah satu makanan favorit kebanyakan masyarakat yakni daging hewan, dengan begitu kebutuhan juga semakin meningkat.

Ada dua teknologi yang penerapannya pada hewan, yakni inseminasi buatan serta kloning. Tentunya kedua teknologi ini sangat membantu hewan untuk bereproduksi, sehingga kebutuhan pangan dapat tercukupi. Bayangkan saja, apabila teknologi reproduksi pada sapi belum ada, maka populasi sapi akan semakin langka dan bisa saja punah.

Perkembangan Serta Manfaat Teknologi Reproduksi Pada Hewan

1. Teknologi Kloning 

Bagi para pecinta film bergenre SCI-FI pasti sudah tidak asing dengan yang namanya kloning, yakni menggandakan sebuah makhluk hidup. Pada film hasil kloningan akan memiliki fisik yang serupa namun dengan kesadarannya masing – masing. 

Teknologi kloning pada hewan juga hampir serupa, yang mana anak hasil kloningan memiliki ciri yang sama dengan induknya. Namun bila dalam film proses kloning sangat mudah, berbeda dengan cara aslinya.

Baca Juga: Teknologi yang terinspirasi dari tumbuhan

Kloning ini merupakan teknik reproduksi pada hewan secara aseksual, atau tanpa melalui proses fertilisasi. Pengambilan sel tubuh hewan indukan, yang kemudian akan menjadi hewan baru dengan ciri serta sifat yang sama dengan indukan.

Proses pengklonginan pertama dengan mengambil sel telur dari ovarium betina serta sel kelenjar mamae dari betina lainnya. Kemudian nukleus sel telur dikeluarkan serta dimasukan sel kelenjar mamae kedalamnya. Berikutnya sel telur yang terdapat kelenjar mamae akan dimasukan kedalam uterus betina, maka hewan tersebut akan hamil. Tunggu hingga hewan tersebut melahirkan bayi hewan hasil kloningan.

2. Teknologi Inseminasi Buatan 

Teknologi reproduksi pada hewan yang kedua yakni inseminasi buatan. Teknologi reproduksi ini menggunakan metode penyuntikan cairan sperma jantan kepada betina melalui saluran reproduksi. Keuntungan teknologi reproduksi pada hewan ini pastinya hewan tidak akan perlu susah untuk kawin secara alami. Beberapa hewan memang susah untuk kawin, sehingga tidak jarang mereka akan punah.

Dengan demikian jumlah hewan ternak bisa meningkat sesuai dengan kebutuhan akan daging sebagai sumber makanan manusia yang semakin meningkat. Inseminasi buatan ini sendiri memerlukan cairan sperma jantan yang memiliki kualitas unggulan.

Cairan sperma ini membutuhkan penyimpanan dengan suhu sekitar 200 derajat selsius hingga 800 derajat selsius. Suhu ini merupakan suhu yang mampu menjaga agar sel sperma tidak mati. Sel sperma memang rentan akan mengalami kerusakan apabila suhu yang ada tidak tepat.

Baca Juga: Teknologi bagi perkembangan masyarakat

Penerapan teknologi inseminasi buatan ini kepada berbagai hewan, mulai dari hewan ternak hingga hewan peliharaan seperti kucing sekalipun. Tentunya teknologi ini sangat membantu untuk kelangsungan hewan itu sendiri maupun manusia.

3. Manfaat Teknologi Reproduksi Pada Hewan

Berbagai manfaat dapat kita dapatkan dari teknologi yang satu ini. Menambah jumlah populasi hewan hingga uji coba eksperimen guna mendapatkan hewan ternak dengan kualitas unggulan. 

Demikian pembahasan kali ini mengenai perkembangan serta manfaat teknologi reproduksi pada hewan. Dengan adanya tulisan kami kali ini, semoga menambah wawasan para pembaca, serta lebih mengerti akan dunia teknologi pada hewan.