Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memahami Beda Makna dan Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

Di sini Anda akan mengetahui apa perbedaan dan contoh kata baku dan tidak baku. Hal ini menjadi penting terutama bagi Anda yang hendak membuat jurnal penelitian, skripsi maupun karya ilmiah yang semacamnya.

akan sangat penting juga, ketika Anda ingin menjadi penulis artikel. Maupun penulis buku, maka kali ini mari kita simak bersama.

Memahami Beda Makna dan Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

1. Beda Kata Baku dan Tidak Baku

Secara sederhananya, kata baku adalah kata yang sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar. KBBI telah menetapkan bahwa kata baku merupakan kata yang ia amini sah dan terkandung di dalamnya.

Penggunaan kata baku juga tampak dalam kegunaan dan kesinambungannya dengan pedoman yang termaktub dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Kata baku umumnya untuk pemakaian bahasa yang formal dan resmi misalnya pidato atau pun surat dinas.

Baca Juga: Cara membuat daftar isi dan penjelasannya

Lain halnya dengan kata tidak baku. Ia adalah kebalikan dari kata baku. Kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan EYD dan tidak terdapat di dalam KBBI. Kemunculannya oleh karena pengucapan masyarakat yang sudah meluas dan menjadi bahasa sehari-hari sehingga lebih sering muncul dan dianggap yang sahih dan mutlak.

2. Cara Membedakan Kata Baku dan Tidak Baku

Untuk membedakan kata baku dan tidak baku, caranya cukup mudah. Anda harus memperhatikan ciri-ciri berikut ini agar dapat membedakan mana kata baku dan mana kata tidak baku. 

Ciri-ciri Kata Baku:

1. Kaku

Kata baku biasanya cenderung kaku. Penyebabnya karena banyak hal, tetapi alasan paling mendasar yang membuatnya menjadi kaku adalah oleh karena telah tercantum di KBBI. Selain faktor tersebut, kata baku juga tidak dapat terpengaruh oleh bahasa lain tertentu meski pun beberapa diksi memang berasal dari bahasa lain (baik bahasa daerah maupun bahasa asing) yang telah mengalami proses adaptasi bahasa.

Bahasa baku juga kurang ‘lepas’ kalau untuk bahasa dialog sehari-hari. Hal itu mengingat bahasa adalah refleksi kehidupan sosial dan budaya masyarakat sehingga bahasa cenderung mengikuti dinamika yang ada di masyarakat daripada sebaliknya.

Baca Juga: inilah pengertian mahasiswa dan tugasnya

2. Eksak

Meskipun terbilang mirip namun eksak tidaklah persis dengan definisi kaku di atas. Eksak di sini maksudnya adalah kata baku bersifat pasti. Sudah konkret karena telah termaktub dalam KBBI dan aturan EYD.

Antara kata baku satu dengan kata baku lainnya akan dapat menyusun kalimat yang proporsional dengan konteks yang relatif. Kata baku juga tak jarang terdapat imbuhan kata namun penambahan tersebut dapat dengan jelas kita temukan karena cukup eksplisit.

Kata baku memiliki redaksi yang jelas sehingga tidak menimbulkan kerancuan di dalamnya serta kemungkinan hiperkoreksi akan lebih kecil bahkan nihil. Hal tersebut guna memperkokoh orisinalitas kata baku yang sudah final. Dalam kata baku juga tidak terkandung pleonasme sehingga dapat melatih penulis (apa pun itu tulisannya) untuk lebih selektif dan presisi dalam menyusun kata. 

2. Ciri-ciri Kata Tidak Baku

1. Fleksibel

Kata tidak baku lebih fleksibel untuk menjadi bahasa sehari-hari. Tidak heran jika kerap kita dengar kata bahasa asing yang teradaptasi menjadi bahasa sehari-hari di daerah tertentu. Fleksibilitas ini muncul karena ketidakterkaitan hubungan kata dengan entitas luar yang mengikatnya seperti KBBI, misalnya.

2. Kaya

Kata tidak baku merupakan kumpulan kata yang kaya dan akan terus bertambah mengikuti perkembangan peradaban dan zaman. Bahkan beberapa kata tidak baku juga menginspirasi KBBI untuk memasukkan atau memolesnya menjadi kata baku seperti pada kata “netizen” yang menjadi cikal bakal diksi “warganet”.

Untuk memahami lebih lanjut, berikut adalah beberapa contoh kata baku dan tidak baku. Kata tidak baku; aquarium, almunium, abjat, ambulan, pinter dan lainnya. Contoh kata baku antara lain; ambulans, abjad, aluminium, akuarium, andal, pintar dan sebagainya.

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat, selamat mecoba dan terus belajar.