Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kabar Baik Bagi Guru Honorer, Semangat Dari Mendikbud Untuk Lolos Seleksi PPPK

Kabar Baik Bagi Guru Honorer, Semangat Dari Mendikbud Untuk Lolos Seleksi PPPK

Menjadi Seorang guru honorer bukanlah perkara yang mudah, mereka telah berjuang dengan segala jenis administrasi yang ada. Dan mengajar para siswa siswi dengan sepenuh hati. Terbukti dari gajih yang bahkan pas-pasan mereka tetap setia mengajar.

Saya teringat kakak saya yang juga seorang guru honorer, tidak mudah menunggu gajian setiap 4 bulan sekali, jika saya tidak salah. Karena sudah lama tidak bertemu.

Namun ketika saya membaca salah satu artikel, dilansir dari (Kompas.com 03/03/2020), mendapatkan pernyataan dari pak Nadim selaku Menteri pendidikan dan kebudayaan, “kami mengundang para guru honorer untuk mengikut seleksi yang adil, bersih, dan demokratis. Sebagai pembuktian bahwa guru-guru honorer layak untuk menjadi guru PPPK.”

Pertanyaannya apa itu guru PPPK? 

Sebelum menjawab pertanyaan, saya ingin melanjutkan semangat dari pak Nadiem Makarim bagi para guru. “semua berkesempatan untuk menunjukkan kelayakannya menjadi ASN, ada tiga kesempatan untuk dapat lolos seksi.”

Kabar yang juga tidak kalah baik, untuk dapat berkesempatan, menjadi guru PPPK ini, tidak melihat seberapa lama mengajar. Maka saya harap para guru honorer dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk dapat lolos seleksi.

Baiklah untuk mengetahui apa itu guru PPPK, PPPK sendiri singkatan dari pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.  

Berdasarkan UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) PPPK adalah pegawai ASN yang diangkat sebagai pegawai dengan perjanjian kerja oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan kebutuhan Instansi Pemerintah dan ketentuan UU tersebut.

Maka ada kontrak yang ditentukan, jika kontrak telah usai maka dapat diputuskan untuk dilanjutkan ataukah cukup. Ini semua diperlakukan sesuai dengan  kebutuhan dari tenaga pengajar di suatu daerah tertentu. Masa perjanjian diperlakukan selama satu tahun. Namun dapat diperpanjang, seperti yang telah saya jelaskan.

Agar Anda lebih semangat untuk mengikuti seleksi untuk menjadi guru PPPK maka saya mengutip dari (nasional.kontan.co.id diakses 03/03/2020). Maka inilah daftar dari gaji dan tunjangan yang diatur oleh pemerintah untuk guru pppk Berikut daftar gaji PPPK berdasarkan Perpres No. 98/2020:

  • Golongan I: Rp 1.794.900 - Rp 2.686.200
  • Golongan II: Rp 1.960.200 - Rp 2.843.900
  • Golongan III: Rp 2.043.200 - Rp 2.964.200
  • Golongan IV: Rp 2.129.500 - Rp 3.089.600
  • Golongan V: Rp 2.325.600 - Rp 3.879.700
  • Golongan VI: Rp 2.539.700 - Rp 4.043.800
  • Golongan VII: Rp 2.647.200 - Rp 4.214.900
  • Golongan VIII: Rp 2.759.100 - Rp 4.393.100
  • Golongan IX: Rp 2.966.500 - Rp 4.872.000
  • Golongan X: Rp 3.091.900 - Rp 5.078.000
  • Golongan XI: Rp 3.222.700 - Rp 5.292.800
  • Golongan XII: Rp 3.359.000 - Rp 5.516.800
  • Golongan XIII: Rp 3.501.100 - Rp 5.750.100
  • Golongan XIV: Rp 3.649.200 - Rp 5.993.300
  • Golongan XV: Rp 3.803.500 - Rp 6.246.900
  • Golongan XVI: Rp 3.964.500 - Rp 6.511.100
  • Golongan XVII: Rp 4.132.200 - Rp 6.786.500

Besar gari dari PPPK disesuaikan dengan (MKG) Masa Kerja Golongan. Sementara, tunjangan PPPK terdiri atas:  Tunjangan keluarga, Tunjangan pangan, Tunjangan jabatan structural, Tunjangan jabatan fungsional, dan Tunjangan lainnya.

Baca Juga : Peluang usaha yang persaingannya masih sangat sedikit

Tidak main-main jika ada 1 juta yang lolos seleksi pppk maka mereka semua berhak menajadi guru PPPK. Seleksi yang telah dilakukan hari ini 03 Maret 2020, secara online dan terbuka, ujar dari Menteri Kebudayaan dan Pendidikan.

Semoga setiap guru honorer mendapatkan yang terbaik, berdasarkan perjungan mereka masing-masing. Sehat selalu pendidik negeri ini, sekian informasi yang dapat saya bagikan. Semoga bermanfaat salam hangat dari saya.