Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengantar Pendidikan Hakikat Manusia

takaksehat.com_Sangatlah penting ketika belajar tentang pendidikan, kita harus mengetahui hakekat manusia. Atau dasar-dasar yang menjadikan kita mengetahui apa itu manusia, bahkan dapat mengenal setiap bagian-bagian yang ada pada diri manusia itu sendiri.

Pendidikan memiliki sasaran yaitu manusia, Pendidikan sendiri bertujuan untuk menjadikan peserta didik semakin hari semakin bertumbuh dan berkembang. Baik secara pengetahuan maupun secara keahlian dalam hal mempraktikkan setiap pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Yang menjadi penekanan saya dalam artikel ini yaitu pengetahuan tentang manusia, ketika seorang pendidik mengetahui atau memiliki gambaran yang jelas tentang peserta didik (manusia) yang akan ia ajar. Maka melalui gambaran tersebut pendidik dapat memilih metode yang tepat guna untuk membentuk seorang manusia untuk menjadi seperti yang menjadi tujuan dari Pendidikan.

Manusia memiliki sifat yang hakiki hal inilah yang membedakan manusia dan hewan. Sifat inilah yang harus secara jelas diketahui, sehingga mampu menyusun metode, strategi, dan tehnik, serta memilih pendekatan yang sangat tepat dalam proses belajar mengajar.

Berikutnya seorang pendidik harus mengetahui hakekat manusia karena kita saat ini sedang hidup di zaman dimana teknologi sangatlah pesat kemajuannya. Memang teknologi memberikan dampak yang positif namun juga ada dampak negatif yang ditimbulkannya. 

Namun jika Hakikat manusia itu tidak dikembangkan menjadi lebih baik, maka teknologi akan sangat berpotensi memberikan dampak negatif.

Berikut ini penjelasan lebih dalam lagi tentang pengantar pendidikan hakikat manusia  yang dapat memberikan kita pengetahuan tentang, perbedaan manusia dan hewan. Penjelasan hakikat manusia dan hubungannya dengan Pendidikan.

Pengantar Pendidikan Hakikat Manusia

 Pengantar Pendidikan Hakikat Manusia 

1. Pengertian 

Hakikat manusia merupakan bagian dari ilmu filsafat yaitu filsafat antropologis. Hal ini haruslah kita pelajari, karena pendidikan bukalah sekedar soal praktik. Tetapi juga soal praktik yang memiliki tujuan yang jelas. 

Tujuan Pendidikan berlandaskan filosofi yang memegang norma yang ada (normatif). Maka sangatlah perlu kajian yang sistematis, mendasar, dan menyeluruh tentang sifat manusia. Bersifat normatif karena Pendidikan itu sendiri bertugas untuk menumbuhkembangkan hakikat manusia, sehingga menghasilkan manusia yang berbudi luhur, tujuan ini adalah kemutlakkan atau suatu keharusan.

Manusia mempunyai hakikat yaitu karakteristik  yang secara jelas membedakan manusia dari hewan. Walau secara biologis manusia dan hewan memiliki kesamaan. Meskipun ada beberapa filsuf yang berpendapat bahwa, “manusia adalah hewan yang bermasyarakat” Max Scheller berpendapat bahwa manusia adalah hewan yang sakit bermasalah dan gelisah.

Bahaya dari pernyataan di atas akan muncul pemahaman bahwa manusia dan hewan pada dasarnya sama dan hewan dapat didik untuk menjadi sama seperti manusia. Misalnya seekor monyet dapat dilatih sehingga ia dapat menjadi manusia

Bahkan kita pastinya sudah tahu satu teori yang memaksakan bahwa manusia berasal dari primata atau kera yang telah berevolusi menjadi manusia, namun akhirnya teori ini gagal, tidak dapat dibuktikan bahwa manusia berasal dari kera.


2. Wujud Hakikat Manusia

Pada poin yang ke dua saya akan menjelaskan kepada Anda, wujud hakikat manusia yang tidak dimiliki oleh hewan. Wujud hakikat manusia yang telah dikemukakan oleh paham eksistensialisme bermaksud agar Pendidikan memiliki konsep yang lebih baik lagi.

Wujudnya antara lain:

    Dapat menyadari diri

Menyadari diri sendiri, bahwa (aku) memiliki karakteristik yang tidak dimiliki oleh orang lain. Hal inilah yang menjadikan manusia benar-benar berbeda dengan hewan.  Manusia dapat membedakan dirinya dengan manusia lainnya. 

Manusia mampu memilih dengan siapa, lingkungan seperti apa yang harus ia hindari. Baik dalam bentuk kelompok maupun pribadi, manusia yang berkarakteristik ini memilih. Dalam hal membuat jarak dengan lingkungan memiliki arah.

Yaitu arah ke luar dan arah ke dalam. Arah keluar lebih ke bagaimana seorang manusia menanfaatkan lingkungannya menjadi objek sumber kebutuhannya pada akhirnya aktifitas ini kita kenal dengan kata egois. 

Sedangkan arah ke dalam, dimana seorang manusia lebih mengutamakan bahwa dirinya adalah objek yang harus mengabdi, harus melakukan segala hal yang menguntungkan lingkukngan. 

Rela berkorban, pada akhirnya gejala ini dapat dikatakan bahwa seseorang tersebut telah bermakna bagi sesama, bisa juga dikenal sebagai seseorang yang berguna terpuji dikalangan masyarakat maupun kerja.

Hal yang juga merupakan anugerah untuk manusia, manusia memiliki potensi untuk menyempurnakan diri. Mengembangkan diri sehingga menjadikan dirinya sendiri lebih baik, lebih pandai, lebih berguna, dan lebih terdidik dari hari ke hari.

Maka ketika kita mengenal manusia dapat membuat jarak ke luar dan ke dalam bahkan manusia pada hakikatnya berkemampuan untuk bisa berkembang dan bisa juga tidak berkembang. 

Maka peran Pendidikan sangatlah penting, seseorang manusia yang masih mencari hakikat dirinya sangat perlu perhatian serius dari pendidik.

    Bereksistensi

Kemampuan untuk menerobos, dengan berimajinasi. Ketika manusia berinerima belenggu pada saat yang sama ia mampu untuk tidak terbelenggu. Ia bahkan dapat memikirkan masa depan dan masa lalu. Hal inilah yang membedakan manusia dari hewan.

Maka eksistensi manusia haruslah dididik dibina sehingga seseorang tersebut mampu menganalisis tentang masa depannya, bahkan mampu memilih apa yang harus ia kerjakan dengan melihat setiap hal yang akan ia terima. Melatih imajinasi lebih peka dan kereatif sejak masih kecil.

    Moralitas

Kata hati yang sejalan dengan perbuatan yang baik adalah seseorang yang sering disebut sebagai orang berbudi luhur. Sebaliknya jiwa perbuatan yang tidak sejalan dengan kata hati yang baik, maka ia akan dikatakan seseorang yang bermoral buruk.

Seseorang dapat dikatan bermoral jika ia mengikuti nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat, segala perbuatannya merupakan aksi nyata dari nilai-nilai kehidupan yang baik dan tidak meresahkan masyarakat.

Etika adalah keputusan hati untuk melakukan yang baik, benar, dan jahat. Sedangkan etiket hanya sampai di titik berkelakuan sopan. Maka disinilah peran dari Pendidikan, untuk membentuk seseorang manusia bukan hanya terlihat sopan santun tetapi tidak bermoral. Hatinya tidak ada keputusan untuk melakukan sesuatu yang benar.

Pendidikan haruslah mampu memberikan stimulasi untuk mendidika anak-anak sehingga ia menjadi seorang pribadi yang mampu memiliki moralitas yang baik, kehidupan yang bermakna bagi sesamanya.

    Bertanggung jawab

Ada berbagai bidang dalam kehidupan dimana kita menempatkan diri kita menjadi seseorang yang bertanggung jawab. Setiap orang memiliki tanggung jawab masing-masing. Baik kepada dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, pekerjaan, kepada Tuhan dan lain-lain.

Ketika tanggung jawab ini dilalaikan maka akan selalu ada konsekuensi yang akan diterima manusia tersebut. Baik itu tekanan batin, maupun hukuman yang telah ditetapkan dari luar dirinya. 

Ada kaitan yang sangat kuat antara kata hati, moralitas, dan tanggung jawab. Hati manusia yang megarahkan. Dan tanggung jawab bersedia menerima setiap hal yang telah diputuskan dan telah dilaksanakan.

Ketika manusia tidak bermoral sudah tentu pasti manusia tersebut tidak bertanggung jawab. Hal inilah yang menjadi peranan Pendidikan. 

Ketika seorang manusia masih kanak-kanak ia harus diajari bagaimana manjadi manusia yang bertanggung jawab, hidup menjadi seseorang yang berbudi luhur salah satu cirinya adalah bertanggung jawab.

    Kebebasan

Setiap manusia sangat menyukai kemerdekaan, tetapi dalam hal ini adalah kebebasan yang tetap hidup dalam nilai-nilai norma kehidupan yang ada. Tetap mengikuti kodrat manusia hal inilah yang tetap membatasi manusia.

Bebas melalukukan segala sesuatu, asalkan hidup tetapi berguna bagi diri sendiri, orang lain, keluarga dan masyarakat tentunya. Maka pada poin ini juga sangat bersangkutan dengan poin-poin sebelumnya.

Ketika kebebasan ini, mengikuti kata hati, maka akan dikatakan bermoral baik, maka orang yang bermoral itu bertanggung jawab, setiap tanggung jawab yang dikerjakan inilah berada dalam kebebasan itu sendiri. Bebas untuk bermoral, bebas untuk menjadi bertanggung jawab.

Hubungannya dengan Pendidikan, Pendidikan berperan penting melatih seseorang untuk agar ia dapat menjadi seseorang yang tetap hidup mengikuti norma-norma kehidupan. Ia mampu menjadi seorang yang bermoral dalam kebebasannya.

Maka setiap aturan bukan lagi sesuatu yang merintangi melainkan menjadi bagian kehidupan, sehingga terciptanya damai dalam kehidupan.

    Kewajiban dan hak

Setiap manusia memiliki hal dan memiliki kewajiban hal ini karena manusia adalah mahluk sosial. Maka kita harus tahu bahwa tidak aka nada hak jika ia tidak memiliki kewajiban. Tidak akan ada gajih jika tidak ada pekerjaan. 

Jika seseorang menuntut dari orang lain, maka orang lain tersebut akan mempunyai kewajiban untuk memenuhi hak yang menuntut. Sebaliknya jika seseorang berkewajiban untuk  sebagai orang tua, maka ia berhak untuk memberikan aturan untuk anaknya.

Dalam kehidupan sehari-hari  kita tahu bahwa banyak orang menganggap bahwa kewajiban merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan tidak mengenakkan. Peran Pendidikan ada dibagian ini untuk setiap manusia.

Pendidikan harus bisa membawa manusia ke dalam kehidupan yang mampu menghayati tanggung jawab, hal ini dapat dilakukan melalui proses yang sangatlah panjang. 

Dimana seseorang harus disiplin agar ia mampu melihat kewajiban sebagai sesuatu yang bukan beban, melainkan kehidupan yang memang harus dijalani.

Manusia harus betanggung jawab agar ia mampu melakukan kewajibannya, maka baik bermoral, kebebasan yang bermoral, dan semua itu butuh yang namanya disiplin sehingga setiap kewajiban tersebut menjadi gaya hidup dari seseorang manusia. Sehingga manuisa menikmati haknya sebagai manusia.


Disiplin sendiri sangatlah baik jika diterapkan sejak masih anak-anak, seperti disiplin untuk menjadi bermoral, disiplin untuk menjalankan tanggung jawabnya, disiplin untuk melaksanakan semua kewajiban semua itu agar kebebasan yang ia miliki tidak sia-sia dan tidak meruk dirinya. Inilah peran Pendidikan bagi manusia yang memiliki hal dan kewajiban.

    Dapat menghayati kebahagiaan

Kebahagiaan dapat dirasakan setiap orang, namun akan cukup sulit untuk bisa menjabarkan istilah yang satu ini. Ada yang berpendapat bahwa kebahagiaan adalah himpunan dari kesenangan yang menjadikan kebahagiaan itu bisa terjadi lebih lama.

Kebahagiaan bukan berdasarkan keadaan yang sedang terjadi, berbeda dengan kesenangan. Kesenangan selalu berdasarkan apa yang sedang terjadi, jika mendapatkan sesuatu, menghasilkan sesuatu maka sudah bisa dipastikan akan senang.

Kebahagiaan sendiri berdasarkan dari penghayatan yang dilakukan oleh seorang manusia, dalam keheningan. 

Kebahagiaan sendiri terjadi ketika seseorang mampu hidup dalam norma-norma yang telah ditetapkan, kebahagiaan manusia hadir saat ia mampu menjadi seseorang yang bertanggung jawab, memiliki moral yang baik, dalam kebebasannya.

Pada akhirnya Pendidikan bertujuan untuk hidup mencapai kebagagiaan, menghayati kebahagiaan. Hidup sesuai norma, bertanggung jawab, bebas, bermoral, semua ini untuk mencapai puncaknya adalah kedamaian jiwa.


3. Penutup : Hakikat manusia dan hubungannya dengan Pendidikan akhirnya untuk mencapai tujuan pendidikan

Peran Pendidikan sangatlah penting, inilah manusia ia butuh kebahagiaan, pada hakikatnya manusia melangkah, benapas, dan memiliki tujuan yang sama yaitu tujuan. Ketika pendidik mengetahui manusia adalah manusia yang ingin bahagia. 

Maka setiap disiplin, setiap proses, setiap metode yang mungkin tidak menyenangkan. Karena tidak ada didikan yang membahagiakan. Bertujuan untuk mencapai kebahagiaan yang tidak berdasarkan keadaan, tapi berdasarkan kebebasan yang dipergunalan untuk bermakna bagi sesama. 

Baca Juga : Jika ingin kuliah inilah caranya memilih kampus yang tepat

Siapapun Anda pendidik diluar sana, lakukan tugas mendidik murid Anda, kenali mereka, kenali dasar-dasar sifat manusia sehingga didikan Anda tetap sasaran. Tidak menekan murid dan justru membuat murid tertekan lalu tidak mendapatkan kehagiaan.

Biarlah murid menyadari setiap hal yang guru lakukan untuk mereka adalah bertujuan agar hakikat mereka sebagai manusia berjalan semestinya seperti tujuan Pendidikan. Yaitu menjadikan manusia yang berbudi luhur.

Baca Juga : perbedaan sekolah negeri dan swasta

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat dan memberikan pengertian kepada Anda tentang pengantar pendidikan hakikat manusia, dalam pendidikan sifat manusia harus kita tahu dan pelajari lebih dalam lagi.