Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

5 Tempat Wisata Di Indonesia Yang Bisa Dikunjungi Pada Waktu Libur

takaksehat.com__Tempat wisata merupakan tempat yang akan selalu dicari-cari oleh semua lapisan masyarakat. Maka kali ini saya akan memberikan kepada Anda 5 tempat wisata terbaik dengan pemamdangan yang tentunya akan memanjakan mati dan memuaskan pikiran, sehingga pikiran lebih tenang dan sehat.

5 Tempat Wisata Di Indonesia Yang Bisa Dikunjungi Pada Waktu Libur


1.  Tempat Wisata  Alam Liar Taman Nasional Lorentz Papua

Tempat wisata Taman Nasional Lorentz adalah sebuah taman dengan luas wilayah kurang lebih 2,4 juta hektar, wilayah yang sangat luas dan butuh waktu lama untuk bisa mengeksplore keseluruhan wilayah ini.  Ini adalah salah satu taman nasional kebanggaan Indonesia, karena taman ini ialah  contoh yang mewakili ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati pada wilayah Asia Tenggara dan Pasifik ini.  

Tempat Wisata  Alam Liar Taman Nasional Lorentz Papua ini memiliki keragaman faunanya yang khas dan langka.  Dikutip dari laman Google Doodle, tercatat ada 630 spesies burung dan 123 spesies mamalia yang hidup di wilayah konservasi ini, diantaranya ialah  kangguru pohon, burung cendrawasih ekor panjang (Paragdigalla Caruneulata) – burung ini dijuluki sebagai burung dari surga, Kuskus, Puyuh Salju (Anurophasis monorthonyx), dan lainnya.  Tempat wisata Taman ini pun adalah surga bagi keindahan floranya yang sangat cantik dan menarik.  

Yah, keanekaragaman hayati di tempat wisata Taman Nasional Lorentz ini memang sangat luar biasa menakjubkan.  Terutama melihat wilayah konservasinya yang terbentang sepanjang 10 kabupaten ini, memiliki ekosistem terlengkap di dunia.  

Kombinasi  dari padang rumput, rawa-rawa, hutan hujan, hutan sagu, hutan gambut, pegunungan, pantai, dan masih banyak lagi, menciptakan taman ini menjadi panorama alam nan eksotis.  satu keindahan nan luar biasa. Dengan keragaman yang langka ini, menjadikan Taman Nasional Lorentz diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNISCO pada tahun 1999.

Tempat wisata Taman Nasional Lorentz memang sangat luas, untuk mengeksplore berbagai keindahan di dalam taman ini, butuh guide agarpengunjung tidak tersesat. Dan diantara beberapa spot yang populer di dalam taman ini, pengunjung wajib menyambangi indahnya pesona Lembah Baliem.  Pesonanya sangat memikat dan menghipnotis siapapun yang memandangnya.

Tempat wisata Taman Nasional Lorentz adalah wilayah hutan lindung terbesar di wilayah Asia Tenggara yang berlokasi tepat di persimpangan dua lempeng yang saling bertumbukan.  Di taman ini, tepatnya di Puncak Jaya, adalah salah satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia, ialah  lokasi gletser Carstenz, satu-satunya getser tropika di Indonesia.

Untuk akses ke Taman Nasional Lorentz yakni dari Kota Timika ke bagian utara wilayah dengan menggunakan penerbangan perintis, lalu ke bagian selatan menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Sawa Erma. 

Selanjutnyapengunjung melanjutkan perjalanan dengan jalan setapak ke beberapa lokasi. Dari kota Wamena ke bagian selatan wilayah menggunakan kendaraan mobil menuju Danau Habema. Lalu berjalan kaki menuju Puncak Trikora.


2. Tempat Wisata Candi Bentar Yang Ada di Rumah Adat Bali

Bila  kamu  sedang jalan – jalan ke Pulau Dewata, Bali yang pasti kamu  sering menjumpai rumah adat Bali. Entah di tengah kota maupun di luar kota, rumah adat tersebut jadi pemandangan yang sangat familar. Nah, bila  kamu  perhatikan dengan seksama, ada satu ke khasan yang sangat unik dalam setiap rumah adat Bali ini. 

Hal yang paling utama yang selalu ditampilkan dari rumah adat Bali ialah adanya ‘Candi Bentar’. Bangunan ini umumnya terlihat berada di depan rumah sebagai gapura.

Tidak sembarang pintu masuk saja, tetapi tempat wisata Candi Bentar ini memiliki makna kehidupan yang tinggi. Menurut kepercayaan mereka, arsitektur dari rumah adat Bali ini punya unsur miniatur alam semesta yang menjadi tempat segala aktivitas manusia.

Tempat wisata Gapura Candi Betar dulunya dibangun pada lingkungan Puri atau Istana Raja dan Pura, atau tempat suci agama Hindu. Tetapi,  seiring dengan penyebaran budaya, konsep dari arsitektur ala Gapura Candi Betar ini telah diserap ke dalam bangunan miliki masyarakat umum.

Terdiri dari 2 buah candi yang serupa, tempat wisata Gapura Candi Betar membatasi sisi kira dan juga sisi kanannya sebagai pintu masuk ke dalam pekarangan rumah. Menariknya, di  gapura ini tidak ada atap yang menjadi penghubung pada bagian atasnya, sehingga membuat kedua sisinya terpisah.

Untuk bisa membangun sebuah tempat wisata Gapura Candi Bentar dibutuhkan keuletan dan jam terbang yang tinggi. Hal ini yang membuat kehadiran Para Undagi sangat penting pada saat proses pembangunannya. Sebab, hanya mereka yang memahami secara benar di mana dan kapan Candi Bentar ini harus tampil megah, normal dan kokoh sesuai dengan tempatnya berada.

Nah, sekian ulasan artikel yang dapat dijabarkan tentang tempat wisata candi bentar yang ada di rumah adat bali yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan kamu, terima kasih telah berkunjung dan membacanya, semoga artikel ini bermanfaat untuk para pembaca sekalian. Tempat Wisata berikutnya.


3. Tempat wisata Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan dan Kanoman ialah yang terbesar serta mempunyai  takhta, sedangkan Keraton Kacirebonan dan Keprabon hanya rumah kerajaan. Kota Cirebon mempunyai  empat istana, warisan berharga dari kerajaan Islam di Nusantara yang masih eksis hingga kini. 

Keempat istana tersebut yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Keprabon.

Keraton Kasepuhan dan Kanoman ialah yang terbesar serta mempunyai  takhta, sedangkan Keraton Kacirebonan dan Keprabon hanya rumah kerajaan. Tetapi, semuanya menunjukkan kombinasi arsitektur dari warisan Hindu dan Islam. Bila  ditelaah lebih dalam ada juga pengaruh Cina dan Belanda, sehingga menciptakan arsitektur gaya Cirebon yang unik.

Tempat wisata Keraton Kasepuhan berada di Kecamatan Lemahwungkuk di Kota Cirebon, dibangun pada tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II. Ini ialah istana tertua di Jawa dengan sejarah terpanjang.

Semua keluarga kerajaan Cirebon masih hidup sampai hari ini, tetapi sekarang ini tentu saja tunduk pada Republik Indonesia. Berdiri di atas lahan seluas 10 hektar, tempat wisata Keraton Kasepuhan ialah yang terbesar, paling mengesankan, dan terbaik di antara istana-istana Cirebon.

Baca Juga : Inilah Tempat Wisata Yang Berada Di Riau

Di mana setiap relung membawa makna historisnya sendiri. Semua bangunan dicat putih, tak terkecuali ruang tahta, ruang tamu rumah tangga kerajaan dan area resepsi untuk bertemu para tamu.

Sama seperti keraton di Jawa, istana berdiri di sisi selatan menghadap ke alun-alun. Kemudian berdiri masjid Agung Sang Cipta Rasa di sisi barat. Sisi lain yang menarik dari istana ialah bangunan Lawang Sanga yang terletak di sisi selatan, langsung di tepi sungai Krayan. Ini ialah kantor pajak dan bea cukai pada masa pemerintahan Kerajaan Cirebon.

Dahulu, semua barang dari luar yang memasuki kerajaan harus melewati sungai Krayan, kemudian pejabat raja akan memungut bea cukai yang diperlukan. Bangunan ini, paling penting untuk kekayaan dan kesejahteraan kerajaan.

Untuk menuju ke keraton sangatlah mudah. Lokasinya terletak di jalan raya utara yang membentang di sepanjang pantai utara Jawa. Jalan ini dikenal sebagai Pantura-Cirebon dan mudah diakses dengan jalan darat ataupun dengan kereta api.

Dari Jakarta, traveler bisa naik kereta ke Cirebon, dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat di Medan Merdeka Timur. Untuk keliling kota Cirebon sebaiknya naik taksi atau menyewa mobil. Namun, ada juga bus kecil yang disebut “angkot” yang akan membawa traveler ke banyak tempat wisata. 


4. Tempat Wisata Setigi di Gresik

Gresik adalah sebuah nama kabupaten yang berada di Jawa Timur dan letaknya berada di pesisir timur Pulau Jawa ini, mempunyai satu destinasi wisata yang seru dan asyik untuk dieksplore.  Namanya, Setigi!

Berada di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, wisata Setigi mulai ramai didatangi wisatawan.  Lokasinya sangat mudah dijangkau.  Bila  dari pusat kota berjarak sekitar 34km atau bisa ditempuh dalam waktu 50 menit. Keindahan yang dipamerkan dari wilayah ini sangat memukau dan menarik perhatian.  

Area seluas kurang lebih 5 hektar yang dahulu merupakan bekas tambang kapur ini, tersaji laksana istana di bukit kapur.  Berbagai keindahan pahatan di bukit kapur yang keren dan instagramable sekali.

Kata Setigi mempunyai arti batu, air dan bukit yang ketiga hal ini merupakan elemen wisata. Setigi yang sebelumnya bernama  Selo Tirto Giri ini, mempunyai banyak spot-spot yang instagramable, yang akan memuaskan Pengunjung  dalam berswaphoto.   Wisata ini, benar-benar menjanjikan satu pengalaman yang mengasyikkan.  

Ada juga replika bangunan masjid bergaya Persia, kastik-kastil befgaya eropa dan lainnya.  Selain itu, keindahan pahatan lainnya juga dapat dinikmati pada bangunan Canti Topeng Nusantara, lalu di sebelah selatan area wisata juga terdapat sebuah goa yang didepannya terdapat patung semar, yang merupakan salah satu toko pewayangan populer di Jawa.  

Uniknya, di dalam goa ini terlampir kalimat-kalimat bijak (pitutur) Semar dalam tiga bahasa yaitu Jawa, Indonesia dan Inggris. Baca Juga Bro : Berukut Ini Tempat Wisata Yang Ada Di Takengon

Dulunya wilayah Wisata Setigi ini merupakan bekas area tambang batu kapur. Tetapi sejak 2003 tambang tersebut tidak lagi digunakan dan beralih fungsi sebagai tempat pembuangan sampah. Baru pada tahun 2018, tempat tersebut mulai dibersihkan dan dibangun menjadi tempat wisata.  

Dengan mengumpulkan dana murni swadaya masyarakat Sekapuk, akhirnya wisata Setigi dapat terwujud. Hadirnya Setigi menambah destinasi wisata bekas lahan tambang di Indonesia.

Pada masa new normal sekarang ini, Wisata Setigi sudah kembali beroperasional tepatnya pada tanggal 6 Juni 2020 yang lalu. Pengelolanya menerapkan protokol kesehatan yang ketat, baik bagi pekerja pengelola maupun pengunjung yang datang. 

 Untuk masuk ke Setigi, Pengunjung  wajib bermasker tanpa terkecuali.  Begitu juga ketika memasuki area wisata, cuci tangan dan cek suhu badan oleh petugas, wajib dilakukan.  Tak hanya itu, di berbagai macam titik banyak dijumpai petugas yang mengawasi pengunjung supaya tak bergerombol.

Dengan harga tiket masuk yang sangat terjangkau, untuk dewasa dikenai Rp 15 ribu, sedangkan untuk anak-anak hanya Rp 10 ribu saja, tempat ini dibuka sejak pukul 7 pagi sampai pukul 5 sore. 

5. Tempat Wisata Taman Air Tlatar Ala Drama Korea 

Selain terkenal dengan susu sapi terbaik di Indonesia, Boyolali juga dikenal mempunyai  banyak destinasi wisata yang sedang digandrungi remaja. 

Terlebih lagi, letaknya yang sangat strategis berada diantara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang membuat Boyolali mempunyai  cuaca yang sejuk dengan panorama alam yang tidak mengecewakan. Apalagi bila  Pengunjung sedang mencari tempat wisata yang berhubungan dengan air. 

Tak perlu jauh-jauh pergi ke Korea Selatan untuk menikmati keindahan alamnya seperti yang selalu mundul dalam drakor alias drama korea. 

Tentang merdunya gemericik sungai lengkap dengan panorama alam pedesaan ala Korea. Nah, alam Boyolali menyajikan keindahan ‘ala Korea’ tersebut melalui Ekowisata Taman Air Tlatar nya. 

Sensasi keindahan yang dirasakan tak akan jauh berbeda dengan yang ditonton pada drakor-drakor tersebut.

Ekowisata ini berbasis pendidikan, pelestarian alam dan rekreasi dengan cara memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah. 

Banyak hal seru yang berkaitan dengan air yang dapat dilakukan disini. Maklum, Desa Tlatar tepat berada di kawasan lahan basah yang hampir setiap tahun tergenang air. 

Lahan yang mempunyai  luas kurang lebih 7 hektare ini mempunyai  daya tarik seperti kolam pemancingan, kolam renang telaga atau disebut umbul, laboratorium alam dan taman hidrologi, homescholling Kak Seto, dan lainnya.

Semua daya tarik yang diunggulkan memang mengedepankan pendidikan, selain rekreasi dan hiburan. Kawasan berupa hutan kecil yang dibelah oleh sungai dan dialiri dua mata air sekaligus ini, membuat Ekowisata Taman Air Tlatar ini menyerupai suasana yang biasanya muncul pada drama-drama Korea. 

Selain bermain-main dengan segarnya air pegunungan, para pengujung  bisa memanen langsung hasil pertanian masyarakat seperti mentimun, kubis, anggur, melon,  dan lain-lain.

 Di lumbung-lumbung yang sudah disediakan, Pengunjung bisa membuat kreasi yang berasal dari berbagai olahan yang sudah dipetik tadi. 

Cukup dengan merogoh kocek Rp10.000 per orang, disini dapat belajar banyak tentang cara memanen sayur atau buah sampai cara penyuguhan di meja makan.

Mandi besar-besaran Menyambut Bulan Ramadan

Tlatar merupakan tempat wisata  dengan sumber mata air alami yang berasal dari dua umbul yaitu Pengilon dan Asem. Nah, setiap menjelang Ramadhan atau bulan puasa, ada tradisi rutin yang selalu dilakukan disini. 

Baca Juga : Jika Kamu Ketempat Wisata Berikut Ini Gaya Berfoto Yang Saya Rekomendasikan

Banyak orang berendam di umbul untuk membersihkan diri sebelum masuk bulan puasa. Namanya Upacara Padusan atau mandi besar.

Adat ini bukan tanpa tujuan.  Tujuan utama diadakannya mandi besar atau yang disebut padusan ini, mengingatkan bahwa sejatinya seorang manusia yang sudah dewasa wajib melakukan perintah puasa dan menyambutnya harus suci baik lahir maupun batin.

Kiranya ada salah satu tempat wisata diatas yang telah saya jabarkan dapat menarik perhatian kamu sehingga kamu dapat berwisata dengan nyantai.

Posting Komentar untuk "5 Tempat Wisata Di Indonesia Yang Bisa Dikunjungi Pada Waktu Libur"