Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Gambaran Umum Penyakit Panu, Penyakit Sindrom Koroner Akut Dan Tingkatan Penyakit Bronchitis

Penyakit Panu, Penyakit  Sindrom Koroner Akut Dan Tingkatan Penyakit Bronchitis 

1. Gambaran Umum Penyakit Panu (Pityriasis Versicolor)

Hai selamat datang diblog yang memberi informasi seputar dunia kesehatan. Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan kepada salah satu penyakit yang menyerang hampir semua orang. Penyakit yang tergolong biasa ini dan tidak mematikan, namun akan sangat memberikan ketidak nyamanan jika kita mengalaminya.

Penyakit panu merupakan kelainan kulit yang umum, terutama di kalangan anak-anak, tetapi dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia. Banyak bakteri dan jamur hidup pada tubuh setiap orang dimana beberapa berguna untuk tubuh.

Lainnya dapat berkembang biak dengan cepat dan menjadi infeksi. Panu terjadi pada saat jenis jamur tertentu tumbuh dan berkembang biak di mana saja pada bagian tubuh terutama pada suhu yang mereka sukai (lembab).

Penyakit panu atau di dunia medis ini disebut dengan bahasa aneh Pityriasis versicolor, merupakan infeksi jamur di permukaan kulit. Umumnya kumat-kumatan dan tak jarang tanpa keluhan (asimptomatis). Penyakit ini disebabkan oleh Pityrosporum ovale. 

Penyakit kulit panu disebabkan oleh jamur. Umumnya diderita oleh seseorang yang sudah mulai banyak beraktifitas dan mengeluarkan keringat. Baik itu diderita anak, maupun orang dewasa.

Definisi medisnya ialah infeksi jamur superfisial yang ditandai dengan adanya makula  di skuama halus, kulit, disertai rasa gatal. Penyakit kulit panu disebabkan oleh jamur. Umumnya diderita oleh seseorang yang sudah mulai banyak beraktifitas dan mengeluarkan keringat.

Penyakit panu, atau biasa disebut Pityriasis versicolor banyak disebabkan oleh jamur Pityrosporum ovale dan merupakan penyakit kronis yang sering berulang.  Pada awalnya tidak ada gejala yang menunjukkan seseorang akan menderita panu. Tahu-tahu timbul bercak-bercak di kulit yang terasa gatal.

Sekian artikel informasi kali ini semoga bermanfaat bagi Anda selam sehat, dan teruslah jaga kesehatan.              

 2. Sindrom Koroner Akut (Penyakit Jantung Koroner)

Sindrom Koroner Akut (SKA) yang sering dikenal dengan penyakit jantung koroner ialah suatu kegawatdaruratan pembuluh darah koroner yang terdiri dari infark miokard akut dengan gambaran elektrokardiografi (EKG), infark miokard akut tanpa elevasi segmen ST (Non STEMI), elevasi segmen ST (ST Elevation Myocard Infark/STEMI),  dan angina pektoris tidak stabil (APTS). Penyakit Sindrom Koroner Akut (Penyakit Jantung Koroner) ini timbul akibat tersumbatnya pembuluh darah koroner yang melayani otot-otot jantung oleh atherosclerosis yang terbentuk dari secara progresif dari masa kanak-kanak.

Adapun faktor-faktor risiko terjadinya SKA bisa dibagi menjadi 2 yaitu risiko mayor dan minor.  Untuk resiko mayor : diabetes mellitus, hiperkolesterolemia, merokok, hipertensi, dan genetic. Sedangkan risiko minor antara lain obesitas, kurang olahraga, stress, perempuan menopause.

Manisfestasi klinis SKA dapat berbeda-beda. Dapat  di asimtomatis tanpa gejala yaitu sinkop, Aritmia jantung, nyeri pada dada (angina pectoris), dekompensasi kordis, Infark Miokard Akut,  atau mati mendadak. Nyeri dada (angina pectoris) umumnya timbul ketika beraktivitas dan bersifat kronis. Nyeri prekordial dirasakan terutama di daerah retrosternal terasa seperti diremas, ditekan, panas atau tercekik. Rasa nyeri sering menjalar ke lengan kiri atas/bawah bagian media leher, daerah maksila hingga dagu atau ke punggung tetapi jarang ke lengan kanan. Nyeri yang dirasakan berlangsung singkat. 

Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan penyebab kematian yang utama di Indonesia menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga oleh Departemen Kesehatan. Sindrom Koroner Akut (SKA) juga menyebabkan angka perawatan Rumah Sakit yang sangat besar di Pusat Jantung Nasional dibandingkan penyakit jantung lainnya. 

3. Tingkatan Penyakit Bronchitis Yang Perlu Kamu Tahu 

Bronkhitis ialah salah satu penyakit pernapasan yang lebih serius ketimbang batuk-pilek karena kalau dibiarkan akan timbul pneumonia. Penyebabnya sama yaitu bakteri, virus, dan alergi. Berikut ini ada 3 tingkatka dpa penyakit Bronchitis yaitu

Baca Juga: Pencegahan Asam Urat 

1. Penyakit Bronchitis ringan

Untuk Ciri secara klinis yaitu sering batuk-batuk dan sputum warna hijau hanya terjadi sesudah demam, ada haemaptoe ringan, pasien tampak sehat dan fungsi paru norma, foto dada normal.

2. Penyakit Bronchitis sedang

Untuk Ciri secara klinis yaitu sering batuk produktif terjadi setiap saat, , (biasanya  warna hijau dan jarang mukoid, dan bau mulut meyengat), sputum timbul setiap saat, adanya haemaptoe, biasanya  pasien masih Nampak sehat dan fungsi paru normal. Berdasarkan pemeriksaan lab paru sering ditemukannya ronchi basah kasar pada daerah paru yag terkena, gambaran foto dada masih terlihat normal.

3. Penyakit Bronchitis berat

Untuk Ciri secara klinis yaitu batuk produktif dengan sputum banyak, berwarna kotor dan berbau. Sering ditemukannya pneumonia dengan haemaptoe dan nyeri pleura. Bila ada obstruksi nafas akan ditemukan adanya dispnea, sianosis atau tanda kegagalan paru. 

Biasanya  pasien yang memiliki keadaan umum kurang baik, akan sering ditemukan infeksi piogenik pada kulit, infeksi mata , pasien mudah timbul pneumonia, abses metastasis, septikemi, amiloidosis. Berdasarkan  pemeriksaan fisis akan ditemukan juga ronchi basah kasar pada daerah yang terkena.

Nah, itulah ulasan artikel mengenai penyakit Panu, penyakit Sindrom Koroner Akut, dan tingkatan penyakit bronchitis yang perlu kamu tahu yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan kamu. 

Posting Komentar untuk " Gambaran Umum Penyakit Panu, Penyakit Sindrom Koroner Akut Dan Tingkatan Penyakit Bronchitis "