Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Perbaikan Defek Septum Ventrikular

Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja

1. Hamil yang Tidak Dikehendaki (Unwanted Pregnancy)

Kehamilan yang tidak dikehendaki (Unwanted pregnancy) adalah salah satu akibat dari kurangnya pengetahuan remaja mengenai perilaku seksual remaja. Faktor lain yang  menjadi penyebab semakin banyaknya terjadi kasus kehamilan yang tidak dikehendaki (unwanted pregnancy) yaitu anggapan-anggapan remaja yang keliru seperti kehamilan tidak akan terjadi apabila melakukan hubungan seks baru pertama kali, atau pada hubungan seks yang jarang dilakukan, atau hubungan seks dilakukan oleh perempuan masih muda usianya, atau bila hubungan seks dilakukan sebelum atau sesudah menstruasi, atau hubungan seks yang dilakukan dengan metode coitus interuptus.  

2. Aborsi

Aborsi (pengguguran) berbeda dengan keguguran. Aborsi atau pengguguran kandungan ialah terminasi (penghentian) kehamilan yang disengaja (abortus provokatus). Abortus provocatus ialah suatu kehamilan yang diprovokasi dengan berbagai macam cara sehingga terjadi pengguguran. Sedangkan keguguran ialah kehamilan berhenti karena faktor-faktor alamiah (abortus spontaneus) (Hawari, 2006). 

3. Penyakit Menular Seksual (PMS)

Menurut Notoatmodjo (2007), penyakit menular seksual adalah suatu penyakit yang mengganggu kesehatan reproduksi yang muncul akibat dari prilaku seksual yang tidak aman. Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit anak muda atau remaja, karena remaja atau anak muda ialah kelompok terbanyak yang menderita penyakit menular seksual (PMS) dibandingkan kelompok umur yang lain. 

4. HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus and Acquired Immunodeficiency Syndrome)

AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) ialah suatu sindrom atau kumpulan gejala penyakit dengan karakteristik defisiensi kekebalan tubuh yang berat dan adalah manifestasi stadium akhir infeksi virus “HIV” (Tuti Parwati, 1996) cit (Notoatmodjo, 2007). HIV (Human Immunodeficiency Virus) ialah retrovirus RNA tunggal yang menyebabkan AIDS (Limantara, dkk, 2004) cit (Soetjiningsih, 2004). 


Perbaikan Defek Septum Ventrikular

Perbaikan dini lebih disukai bila defeknya besar. Hewan dengan gagal jantung kronik mungkin memerlukan pembedahan lengkap atau paliatif dalam bentuk pengikatan atau penyatuan arteri pulmoner bila mereka tidak bisa distabilkan secara medis. 

Sebab kerusakan yang ireversibel akibat penyakit vaskular paru, pembedahan hendaknya tidak ditunda sampai melewati usia pra sekolah atau bila terdapat resistensi vaskular pulmoner progresif.

Dilakukan sternotomi median dan bypass kardiopulmoner, dengan penggunaan hipotermia pada beberapa hewan. Untuk defek membranosa pada bagian atas septum, insisi atrium kanan memungkinkan dokter bedahnya memperbaiki defek itu dengan bekerja melalui katup trikuspid. Bila  tidak, diperlukan ventrikulotomi kanan atau kiri. 

Biasanya Dacron atau penambal perikard diletakkan di atas lesi, walaupun penjahitan langsung juga dapat digunakan bila defek tersebut minimal. Sehingga pengikatan yang dilakukan tadi diangkat dan setiap defornitas bisa diperbaiki. Penyakit lainnya.

Respon bedah harus mencakup jantung yang secara hemodinamik normal, walaupun kerusakan yang disebabkan hipertensi pulmoner itu bersifat ireversibel. Berikut ini ialah komplikasi dari gangguan tersebut yaitu

  • Kemungkinan insufisiensi aorta (terutama bila  sudah ada sebelum pembedahan)
  • Penyakit gagal jantung kronik, terutama terjadi pada anak dengan hipertensi pulmoner dan ventrikulotomi kiri
  • Aritmia, Blok cabang ikatan kanan (ventrikulotomi kanan) 
  • Perdarahan
  • Disfungsi ventrikel kiri
  • Curah jantung rendah
  • Kerusakan miokardium
  • Edema pulmoner

Defek septum ventrikular residual bila perbaikannya tidak menyeluruh karena adanya defek septum ventrikular multipel.


Posting Komentar untuk " 4 Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Perbaikan Defek Septum Ventrikular"